ERNA, ERNA (2026) Potensi Cendawan Rizosfer Tanaman Kakao pada Beberata Klon di Sulawesi Barat Sebagai Biokontrol Lasiodiplodia sp.=Potential of Cocoa Plant Rhizosphere Fungi in Several Clones in West Sulawesi as Biocontrol of Lasiodiplodia sp. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G061221055-F7POsBv04JNrp8iw-20260309134555.png
Download (637kB)
G061221055-1-2.pdf
Download (115kB)
G061221055-dp.pdf
Download (54kB)
G061221055-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.
Download (19MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Tanaman kakao merupakan salah satu komuditas perkebunan utama di Indonesia, namun produktivitasnya mengalami penurunan hingga saat ini. Salah satu penyebab penurunan produksi kakao adalah serangan patogen Lasiodiplodia sp. penyebab penyakit kanker batang kakao saat ini. Pengendalian penyakit ini yang diterapkan oleh petani didominasi dengan penggunaan fungisida kimia sintetik. Namun, penggunaan fungisida kimia memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian alternatif yang ramah lingkungan, seperti pengendalian hayati yang memanfaatkan mikroba berguna, pengendalian ini dikembangkan untuk menekan patogen Lasiodiplodia sp. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman cendawan rizosfer pada beberapa klon tanaman kakao dan efektivitasnya dalam menekan perkembangan Lasiodiplodia sp. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi dan menguji potensi biokontrol cendawan rizosfer yang telah didapatkan terhadap patogen Lasiodiplodia sp. Hasil. Dari hasil isolasi cendawan rizosfer yang dilakukan, diperoleh 24 isolat dan 12 diantaranya bersifat patogenik. Uji potensi biokontrol pada media PDA menunjukkan isolat EA, EG, dan EK, mampu menekan perkembangan hifa patogen Lasiodiplodia sp., dengan persentase penghambatan masing-masing 27,68, 27,19, 21,33%. Hasil uji potensi biokontrol pada media PDB diperoleh isolat EA, EJ, dan EL mampu menghambat pertumbuhan hifa patogen >98%. Sedangkan hasil uji potensi pada daun menunjukkan isolat EJ dan EL mampu menekan kerusakan hingga 100%. Dari uji GCMS isolat EJ dan EL memiliki senyawa metabolit yang berperan sebagai antimikroba. Kesimpulan. Isolat cendawan rizosfer yang diuji memiliki kemampuan daya hambat yang berbeda dalam mengendalikan patogen Lasiodiplodia sp. Perbedaan efektivitasnya dipengaruhi oleh jenis cendawan rizosfer yang diujikan dan jenis media yang digunakan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: agens hayati; antimikroba; daya hambat; GCMS; hifa patogen; uji biokontrol. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 06:03 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 06:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57742 |
