PENGARUH PEMBAKARAN JERAMI TERHADAP KELIMPAHAN MAKROFAUNA PADA LAHAN SAWAH DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KABUPATEN MAROS=THE EFFECT OF STRAW BURNING ON THE ABUNDANCE OF MACROFAUNA IN RICE FIELDS IN PALLANTIKANG VILLAGE, MAROS REGENCY


GUNTUR, ATHIFAH UMAYA (2026) PENGARUH PEMBAKARAN JERAMI TERHADAP KELIMPAHAN MAKROFAUNA PADA LAHAN SAWAH DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KABUPATEN MAROS=THE EFFECT OF STRAW BURNING ON THE ABUNDANCE OF MACROFAUNA IN RICE FIELDS IN PALLANTIKANG VILLAGE, MAROS REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
G051221022-ayCVQZIfeiJUt29s-20260306125919.jpg

Download (365kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G051221022-1-2.pdf

Download (890kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G051221022-dp.pdf

Download (474kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
G051221022-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Jerami padi merupakan residu pertanian utama pada lahan sawah yang umumnya Dibakar oleh petani untuk mempercepat pengelolaan lahan. Praktik pembakaran jerami berpotensi menurunkan kualitas biologi tanah, khususnya melalui gangguan terhadap makrofauna tanah yang berperan penting dalam dekomposisi bhan organik dan siklus hara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembakaran jerami terhadap kelimpahan makrofauna tanah dan kualitas biologis tanah. Metode: Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan satu minggu pasca pembakaran menggunakan monolit besi berukuran 25 × 25 × 10 cm pada tiga tipe lahan, yaitu sawah dengan pembakaran satu (SDP 1), sawah dengan pembakaran dua (SDP 2), dan sawah tanpa pembakaran (STP), dengan lima titik pengambilan sampel pada setiap petak. Identifikasi makrofauna dilakukan menggunakan metode hand sorting, sedangkan analisis sifat fisik dan kimia tanah meliputi kadar air, pH, C-organik, N-total, suhu tanah, dan tekstur tanah. Hasil: Lahan tanpa pembakaran (STP) memiliki kelimpahan makrofauna tertinggi 1.824 individu/m³ dan indeks keanekaragaman tertinggi H’ = 1,34 dengan dominasi famili Lumbricidae. Sebaliknya, lahan dengan pembakaran jerami yaitu SDP 1 480 individu/m³ dan SDP 2 608 individu/m³, dengan nilai H’ 1,11 dan 1,04 yang menunjukkan kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna yang lebih rendah serta dominasi famili tertentu yang toleran terhadap gangguan seperti ampullaridae dan formicidae. Kesimpulan: Pembakaran jerami berpengaruh terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah sebagai indikator kualitas biologis tanah. Lahan tanpa pembakaran (STP) menunjukkan kelimpahan dan nilai keanekaragaman tertinggi (1.824 individu/m³; H’ 1,34), sedangkan lahan yang mengalami pembakaran (SDP 1 dan SDP 2) mengalami penurunan jumlah individu (480 dan 608 individu/m³, H’ 1,11 dan 1,04) serta didominasi oleh famili yang lebih toleran terhadap gangguan, seperti Formicidae dan Ampullariidae.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: makrofauna tanah, bahan organik, sawah, pembakaran jerami
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Sep 2026 05:05
Last Modified: 23 Sep 2026 05:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57730

Actions (login required)

View Item
View Item