Analisis Ekspresi MiRNA 29a-3p dan MiRNA 223-3p pada Ibu Hamil dengan Tuberkulosis Laten dan Hubungannya dengan Status Gizi = Analysis of miRNA-29a-3p and miRNA-223-3p Expression in Pregnant Women with Latent Tuberculosis and Its Relationship with Nutritional Status


MARHAMAH, MARHAMAH (2026) Analisis Ekspresi MiRNA 29a-3p dan MiRNA 223-3p pada Ibu Hamil dengan Tuberkulosis Laten dan Hubungannya dengan Status Gizi = Analysis of miRNA-29a-3p and miRNA-223-3p Expression in Pregnant Women with Latent Tuberculosis and Its Relationship with Nutritional Status. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C013202023-MRlNGtWrio0ujLmU-20260611154710.png

Download (83kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C013202023-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C013202023-dp.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
C013202023-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

MARHAMAH. Analisis Ekspresi miRNA 29a-3p dan miRNA 223-3p pada ibu hamil dengan Tuberkulosis Laten dan Hubungannya dengan Status Gizi (dibimbing oleh Suryani As'ad, Muh. Nasrun Massi) Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menganalisis ekspresi miRNA 29a-3p dan miRNA 223-3p pada ibu hamil dengan LTBI serta mengevaluasi performa diagnostiknya dan hubungannya dengan status gizi. Tuberkulosis laten (LTBI) pada kehamilan merupakan kondisi asimptomatik yang berisiko berkembang menjadi tuberkulosis aktif, terutama pada populasi dengan paparan kontak erat dan gangguan imunitas. Biomarker molekuler yang mampu membedakan LTBI dan kondisi sehat masih terbatas. MicroRNA (miRNA), khususnya miRNA 29a-3p dan miRNA 223-3p, diketahui berperan dalam regulasi respons imun terhadap Mycobacterium tuberculosis dan berpotensi menjadi biomarker diagnostik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain case-control melibatkan 39 ibu hamil (LTBI n=21; sehat n=18). Ekspresi miRNA dianalisis menggunakan RT-qPCR dengan metode 2-AACt. Uji Mann—Whitney digunakan untuk perbandingan antar kelompok dan analisis ROC untuk mengevaluasi performa diagnostik. Hasil: Karakteristik demografis dan status gizi tidak berbeda bermakna antar kelompok (p>0,05), sedangkan riwayat dan lama kontak berhubungan signifikan dengan LTBI (p<0,001). Ekspresi miRNA 29a-3p lebih tinggi pada LTBI (p<0.001) dibanding sehat Analisis ROC menunjukkan AUC 0,944 dengan cut-off sensitivitas 100%, spesifisitas 77,78 0/0, PPV 84%, dan NPV 100%. Ekspresi miRNA 223-3p juga lebih tinggi pada LTBI (p=0,045) dengan AUC 0,688, sensitivitas 52,38%, dan spesifisitas 83,33%. Kesimpulan: miRNA 29a-3p memiliki performa diagnostik sangat baik dan berpotensi menjadi biomarker skrining LTBI pada kehamilan, sedangkan miRNA 223-3p berpotensi sebagai biomarker pendukung. Paparan kontak dan durasi interaksi merupakan faktor risiko penting pada LTBI. Kata kunci: Tuberkulosis laten, kehamilan, miRNA-29a-3p, miRNA-223-3p, biomarker, status gizi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Tuberkulosis laten, kehamilan, miRNA-29a-3p, miRNA-223-3p, biomarker, status gizi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:38
Last Modified: 22 Sep 2026 07:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57688

Actions (login required)

View Item
View Item