Fabrikasi Drug Eluting Intravaginal Ring yang mengandung Ketoconazole-Cyclodextrin dengan Metode Cetak 3D


NUR AISYIAH, NUR AISYIAH (2026) Fabrikasi Drug Eluting Intravaginal Ring yang mengandung Ketoconazole-Cyclodextrin dengan Metode Cetak 3D. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012241056-5zahI3npKOFy1idl-20260523085339.png] Image
N012241056-5zahI3npKOFy1idl-20260523085339.png

Download (104kB)
[thumbnail of N012241056-1-2.pdf] Text
N012241056-1-2.pdf

Download (322kB)
[thumbnail of N012241056-dp.pdf] Text
N012241056-dp.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of N012241056-fulllll.pdf] Text
N012241056-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Terapi konvensional untuk Vulvovaginal candidiasis (VVC) umumnya diberikan secara intravaginal, tetapi waktu retensi obat yang singkat pada mukosa vagina menyebabkan perlunya pemberian berulang dan meningkatkan risiko kegagalan terapi serta kekambuhan infeksi. Sementara itu, Ketoconazole (KTZ) memiliki keterbatasan kelarutan yang dapat menurunkan efektivitas terapinya. Oleh karenanya, diperlukan upaya untuk meningkatkan kelarutan KTZ sekaligus mengembangkan sistem penghantaran yang mampu melepaskan obat secara berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompleks inklusi KTZ/HP-γ-cyclodextrin (KTZ/HPγCD) serta memformulasikannya menjadi Intravaginal Ring (IVR) cetak 3D sebagai sistem penghantaran antijamur berkelanjutan. Metode. Kompleks inklusi disiapkan menggunakan metode kneading (KN), solvent evaporation-1 (SE-1), dan solvent evaporation-2 (SE-2), kemudian dikarakterisasi melalui uji saturation solubility, FTIR, H-NMR, SEM, serta aktivitas antijamur terhadap C.albicans. Kompleks inklusi terbaik selanjutnya diformulasikan menjadi IVR menggunakan teknologi semi-solid extrusion (SSE) 3D Printing. IVR yang dihasilkan dievaluasi berdasarkan kemampuan cetaknya, SEM, OCT, serta profil pelepasan obat secara in vitro kemudian dikarakterisasi melalui uji FTIR, DSC, TGA, uji daya hambat, dan time-kill assay. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks inklusi metode SE-1 menghasilkan karakteristik fisikokimia terbaik serta mampu mempertahankan aktivitas antijamur KTZ. Kompleks ini meningkatkan kelarutan KTZ hingga 38 kali lipat dalam air dan 3,4 kali lipat dalam cairan vagina buatan. Uji daya hambat terhadap C.albicans menunjukkan bahwa kompleks inklusi SE-1 memiliki diameter zona hambat sebesar 17,74 ± 0,08 mm, yang sebanding dengan KTZ murni sebesar 17,90 ± 0,05 mm. Kompleks inklusi SE-1 selanjutnya diformulasikan menjadi IVR menggunakan teknologi SSE 3D printing, dan berhasil dicetak dengan morfologi yang baik serta struktur internal yang mendukung pelepasan obat. Profil pelepasan in vitro menunjukkan pelepasan KTZ secara berkelanjutan hingga hari ke-7. Evaluasi aktivitas antijamur melalui uji time-kill assay menunjukkan bahwa IVR yang dikondisikan selama 48 jam memberikan efek fungisidal terhadap C.albicans, ditandai dengan penurunan jumlah koloni >3 log₁₀ (≥99,9% reduksi) pada hari ke-5. Kesimpulan. Berdasarkan hasil tersebut, IVR cetak 3D yang mengandung kompleks inklusi KTZ/HPγCD berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran antijamur lokal dengan pelepasan terkendali untuk meningkatkan efektivitas terapi VVC.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Sep 2026 07:24
Last Modified: 21 Sep 2026 07:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57651

Actions (login required)

View Item
View Item