RIDHO, FATWA (2026) UJI DUA JENIS BIOINSEKTISIDA dan INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink) PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.)=Evaluation of Two Types of Bioinsecticides and Botanical Insecticides Against the Mealybug Pest (Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink) on Purple Eggplant (Solanum melongena L.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011201163-cYd4uAPXKEHkrQa1-20260310153409.jpeg
Download (47kB)
G011201163-1-2.pdf
Download (1MB)
G011201163-dp.pdf
Download (203kB)
G011201163-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kutu putih merupakan salah satu hama utama pada tanaman terong yang dapat menyebabkan penurunan hasil secara signifikan. Penggunaan bioinsektisida menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida sintetis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis bioinsektisida dalam mengendalikan P. marginatus secara in vitro. Metode. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, yaitu jenis bioinsektisida (Azadirachtin, Metarhizium sp., Beauveria bassiana1, dan B. bassiana2) serta tiga tingkat konsentrasi (0,2×, 1×, dan 5× dosis anjuran), menghasilkan 18 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, dan apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT. Nilai LC₅₀ (lethal concentration 50%) dan LT₅₀ (lethal time 50%) ditentukan menggunakan perangkat lunak R Studio. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azadirachtin memberikan tingkat mortalitas tertinggi (100%) dalam waktu 72 jam pada semua konsentrasi. Metarhizium sp. menghasilkan mortalitas hingga 95% dalam 148 jam pada konsentrasi 5×. Nilai LC₅₀ terendah diperoleh pada Azadirachtin (1,765 hari), diikuti oleh B. bassiana2 (2,075 hari), B. bassiana1 (2,106 hari), dan Metarhizium sp. (2,330 hari). Nilai LT₅₀ terendah juga dimiliki Azadirachtin (1,590 hari), diikuti oleh Metarhizium sp. (4,719 hari), B. bassiana2 (5,427 hari), dan B. bassiana1 (5,693 hari). Kesimpulan. Azadirachtin merupakan bioinsektisida paling efektif dan cepat dalam mengendalikan P. marginatus, dengan nilai LT₅₀ sebesar 1,590 hari dan rentang kepercayaan 95%, menunjukkan kemampuannya mematikan 50% populasi hama dalam waktu paling singkat dibandingkan bioinsektisida lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Azadirachtin; Mortalitas; Beauveria bassiana; Metarhizium sp. |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 00:38 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 00:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57639 |
