Yosdar, Ilham (2026) PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT LOKAL SALO DUA (Capsicum frustense L.) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI DAN TRICHODERMA HARZIANUM=Growth and production of local salo dua bird's eye chili (Capsicum frustense L.) with various doses of rice husk biochar and trichoderma harzianum. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011191221-lWxTrE9FZ1dkCHQO-20260309105624.jpg
Download (163kB)
G011191221-1-2.pdf
Download (252kB)
G011191221-dp.pdf
Download (146kB)
G011191221-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.
Download (893kB)
Abstract (Abstrak)
ILHAM YOSDAR. Pertumbuhan dan produksi cabai rawit lokal salo dua (Capsicum frustencens L.) pada pemberian berbagai dosis biochar sekam padi dan trichoderma harzianum (dibimbing oleh Fachirah Ulfa dan Rinaldi Sjahril). Latar belakang. Produksi cabai rawit yang maksimal memerlukan pemilihan varietas unggul dan pemenuhan unsur hara yang optimal. Varietas lokal Salo Dua memiliki potensi hasil yang tinggi mencapai 15-30 ton per hektar. Untuk mendukung pertanian organik pemanfaatan biochar sekam padi dan Trichoderma harzianum bisa menjadi solusi. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian biochar sekam padi dan T. harzianum terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pattondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang terletak di koordinat 3°44’32–3°49’10” LS dan 119°49’06”–119°54’04” BT dengan ketinggian tempat 75 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli 2024 sampai dengan bulan Februari 2025. Penelitian disusun dalam bentuk percobaan dua faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana faktor pertama yaitu biochar sekam padi terdiri atas 3 taraf yaitu 2, 4, dan 6 ton per ha dan faktor kedua yaitu T. harzianum terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pemberian, 12,5, 25, dan 37,5 g T. harzianum per kg kompos (t3). Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis biochar sekam padi, T. harzianum serta interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan produksi cabai rawit yang diamati. Kesimpulan. Pemberian biochar sekam padi 2 ton per ha cenderung menghasilkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit lokal Salo Dua lebih baik ditunjukkan oleh nilai rata-rata tertinggi panjang buah, rata-rata jumlah buah pertanaman, produksi per petak, dan produksi per hektar. Serta perlakuan tanpa pemberian Trichoderma harzianum cenderung menghasilkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit lokal Salo Dua lebih baik ditunjukkan oleh nilai rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman, diameter batang, rata-rata jumlah buah pertanaman, produksi per petak, dan produksi per hektar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Biochar sekam padi; cabai rawit; organik; Salo Dua; T. harzianum |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 05:33 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 05:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57634 |
