KOTEN, SENSILIANA PALMARA (2026) Kajian Vitalitas Kawasan Kota Tua Makassar Berdasarkan Kriteria Jane Jacobs = A Study of the Vitality of Makassar’s Old Town Based on Jane Jacobs’ Criteria. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D101221002-rNx5wpzkgMl3jtTq-20260608170423.jpg
Download (170kB)
D101221002-1-2.pdf
Download (475kB)
D101221002-dp.pdf
Download (155kB)
D101221002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Kawasan Kota Tua Makassar merupakan bagian penting dalam sejarah perkembangan kota yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi. Namun, seiring dengan pertumbuhan kota yang pesat, kawasan ini mengalami tekanan yang menyebabkan penurunan aktivitas, perubahan fungsi, serta berkurangnya daya tarik kawasan. Vitalitas perkotaan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi kawasan bersejarah agar tetap hidup dan berperan dalam struktur kota. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu memahami kondisi vitalitas kawasan secara lebih terukur dan berbasis spasial guna mendukung upaya pengembangan yang berkelanjutan. Tujuan. Menganalisis sebaran spasial faktor pembentuk vitalitas berdasarkan kriteria Jane Jacobs di kawasan kota tua makassar, mengukur Tingkat vitalitas serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk vitalitas dengan nilai vitalitas berdasarkan kriteria jane Jacobs. Metode. Penelitian ini menggunakan analisis spasial Kernel Density Estimation (KDE) dan Analisis Line Density untuk mengetahui sebaran spasial pembentuk vitalitas, Penggabungan raster (Mosaic to New Raster) indikator-indikator vitalitas untuk melihat tingkat vitalitas, serta analisis korelasi Pearson untuk melihat hubungan faktor-faktor pembentuk vitalitas. Hasil. Sebaran spasial faktor pembentuk vitalitas di Kawasan Kota Tua Makassar menunjukkan pola yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada bagian tertentu kawasan, khususnya di area inti. Kepadatan penduduk, fungsi bangunan, dan jaringan jalan umumnya memiliki nilai lebih tinggi pada bagian tengah kawasan, sedangkan beberapa indikator lainnya seperti bangunan cagar budaya dan bangunan bertingkat rendah tersebar lebih terbatas pada titik-titik tertentu. Tingkat vitalitas kawasan didominasi oleh karakter vitalitas sedang sebanyak 39 blok dari 124 blok, vitalitas tinggi sejumlah 23 blok, vitalitas rendah sejumlah 31 dan vitalitas sangat rendah 31 blok. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa kepadatan penduduk memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap nilai vitalitas kawasan, sedangkan kepadatan jaringan jalan memiliki hubungan sedang dan signifikan dibandingkan variabel lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Urban Vitality, Jane Jacobs, Analisis Spasial, Kota Tua Makassar |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:01 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57616 |
