TAHANG, NURASMI (2026) Studi Kasus: Efektivitas Terapi Afirmasi Positif pada Pasien dengan Harga Diri Rendah Kronis di Ruang Perawatan Kenanga Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan = Case Study: The Effectiveness of Positive Affirmation Therapy in Patients with Chronic Low Self-Esteem in the Kenanga Ward at Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R014242026-9YmoFeH7CQuNI2lV-20260513173629.jpg
Download (77kB)
R014242026-1-2.pdf
Download (150kB)
R014242026-dp.pdf
Download (130kB)
R014242026-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Harga Diri Rendah Kronik (HDRK) merupakan masalah psikososial yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, kemandirian, dan interaksi sosial pasien. Pasien dengan riwayat epilepsi dan pengalaman masa lalu yang negatif berisiko mengalami persepsi diri negatif, yang memerlukan intervensi keperawatan terpadu untuk memperbaiki konsep diri dan fungsi sosial. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan general dan terapi afirmasi positif dalam meningkatkan harga diri, kemandirian, dan interaksi sosial pasien dengan HDRK. Metode: Pendekatan studi kasus digunakan pada Ny. E, perempuan 27 tahun, yang menjalani perawatan di Ruang Kenanga RSKD Dadi Makassar. Intervensi dilakukan selama lima hari meliputi latihan kegiatan bertahap (SP1P–SP5P) dan terapi afirmasi positif ±5 menit tiap sesi. Evaluasi menggunakan observasi tanda dan gejala HDRK serta Skala Self-Esteem Rosenberg (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Tanda dan gejala HDRK menurun dari 21 pre-test (88%) menjadi 2 post-test (8%) pada pertemuan kelima. Skor self-esteem meningkat dari 9 (low self-esteem) menjadi 20 (normal self-esteem), menunjukkan perbaikan persepsi diri, kepercayaan diri, kemandirian, dan interaksi sosial pasien. Kesimpulan dan Saran: Intervensi keperawatan general yang dikombinasikan dengan terapi afirmasi positif efektif meningkatkan harga diri dan kemandirian pasien dengan HDRK. Disarankan pengelolaan serupa tetap melibatkan terapi farmakologis, pemantauan berkala, keterlibatan keluarga, dan pengembangan aktivitas sosial untuk memperkuat konsep diri positif dan kualitas hidup pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Harga Diri Rendah Kronik, Self-Esteem, Terapi Afirmasi Positif, Keperawatan Jiwa |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 06:23 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 06:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57604 |
