GAMBARAN CEDERA PADA PEGIAT OLAHRAGA HYROX = Overview of Injuries Among Hyrox Athletes in Makassar


MARSHANDA, MARSHANDA (2026) GAMBARAN CEDERA PADA PEGIAT OLAHRAGA HYROX = Overview of Injuries Among Hyrox Athletes in Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
R021221010-FLi7Isdvg20Cmtn5-20260520112513.jpeg

Download (47kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
R021221010-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
R021221010-dp.pdf

Download (667kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
R021221010-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 April 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

MARSHANDA. Gambaran Cedera Pada Pegiat Olahraga Hyrox Di Kota Makassar (dibimbing oleh Irianto S.Ft., Physio, M.Kes). Latar Belakang. Olahraga Hyrox merupakan bentuk latihan kebugaran fungsional intensitas tinggi yang menggabungkan lari dan berbagai stasiun latihan kekuatan dalam format kompetisi yang terstandarisasi. Karakteristik latihan yang menuntut kapasitas kardiorespirasi, kekuatan, dan daya tahan otot secara simultan berpotensi meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola cedera pada pegiat olahraga Hyrox di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang dilaksanakan pada Februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang aktif mengikuti latihan Hyrox minimal satu kali per minggu selama tiga bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, pengukuran antropometri, serta penggunaan instrumen Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi lokasi cedera. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi cedera tertinggi terjadi pada bahu kanan (12,72%), diikuti lutut kanan dan pinggang (masing-masing 10,90%), serta lutut kiri dan betis kanan (9,09%). Jenis cedera yang paling dominan adalah cedera overuse (50,90%), diikuti sprain ligamen (16,36%), low back pain (10,90%), dan shins splint (7,27%). Berdasarkan karakteristik responden, proporsi cedera tertinggi ditemukan pada kelompok usia 25–35 tahun, responden perempuan (65,4%), serta pegiat dengan frekuensi latihan >4 kali per minggu (80%). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa cedera pada pegiat Hyrox di Kota Makassar didominasi oleh cedera overuse dengan lokasi utama pada bahu, lutut, dan pinggang, serta sebagian besar bersifat ringan. Faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan frekuensi latihan berperan dalam distribusi cedera. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pencegahan cedera dan pengelolaan program latihan yang lebih aman bagi komunitas Hyrox.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Hyrox, cedera olahraga, overuse injury, kebugaran fungsional, epidemiologi cedera.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 09 Sep 2026 06:37
Last Modified: 09 Sep 2026 06:37
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57563

Actions (login required)

View Item
View Item