HUBUNGAN POLA KONSUMSI SERAT DENGAN RISIKO PENURUNAN FUGSI GINJAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA MAKASSAR = THE RELATIONSHIP BETWEEN FIBER CONSUMPTION PATTERNS AND THE RISK OF DECREASE IN KIDNEY FUNCTION IN DIABETES MELITUS PATIENTS IN MAKASSAR CITY


BOHARI, HANUN SALSABILA (2026) HUBUNGAN POLA KONSUMSI SERAT DENGAN RISIKO PENURUNAN FUGSI GINJAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA MAKASSAR = THE RELATIONSHIP BETWEEN FIBER CONSUMPTION PATTERNS AND THE RISK OF DECREASE IN KIDNEY FUNCTION IN DIABETES MELITUS PATIENTS IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
R011221080-fL0D8TWnhel9t4GP-20260609125915.jpeg

Download (248kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
R011221080-1-2.pdf

Download (643kB)
[thumbnail of DApus] Text (DApus)
R011221080-dp.pdf

Download (521kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
R011221080-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

HANUN SALSABILA BOHARI. Hubungan Pola Konsumsi Serat dengan Risiko Penurunan Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus di Kota Makassar (dibimbing oleh Andina Sefyarah). Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan nefropati diabetik dan penurunan fungsi ginjal. Penurunan fungsi ginjal pada pasien DM berkaitan dengan hiperglikemia kronis, inflamasi, dan stres oksidatif. Pola konsumsi serat diketahui berperan dalam membantu kontrol glikemik, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengurangi inflamasi yang berhubungan dengan kerusakan ginjal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi serat dengan risiko penurunan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 127 pasien diabetes melitus yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui karakteristik responden, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan food recall 24 jam untuk menilai konsumsi serat, serta data laboratorium ureum, kreatinin, dan estimated glomerular filtration rate (eGFR) untuk menilai risiko penurunan fungsi ginjal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 61,98 ± 7,98 tahun, rata-rata lama menderita diabetes melitus 9,35 ± 5,03 tahun, rata-rata HbA1c sebesar 8,09 ± 0,93%, rata-rata tekanan darah sistolik 141,99 ± 9,81 mmHg, rata-rata tekanan darah diastolik 87,73 ± 5,05 mmHg, dan rata-rata berat badan 66,93 ± 8,34 kg. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (59,1%) dan tidak merokok (86,6%). Rata-rata konsumsi serat berdasarkan FFQ sebesar 18,43 ± 4,33 gram/hari dan food recall 24 jam sebesar 11,88 ± 1,80 gram/hari, menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsumsi serat kurang dari rekomendasi harian. Analisis Chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi serat dengan risiko penurunan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus (p=0,0001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi serat rendah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan risiko penurunan fungsi ginjal (Exp(B)=7,456; p=0,016). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi serat dengan risiko penurunan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus. Konsumsi serat yang adekuat perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan penurunan fungsi ginjal pada pasien DM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Diabetes Melitus, Konsumsi Serat, Fungsi Ginjal, Nefropati Diabetik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Keperawatan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:36
Last Modified: 09 Sep 2026 02:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57550

Actions (login required)

View Item
View Item