NABILAH, ALIYAH PUTRI (2026) ANALISIS KESESUAIAN KONDISI IKLIM TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN AEDES AEGYPTI MENGGUNAKAN PENDEKATAN IOT DAN REANALISIS IKLIM (STUDI KASUS: KABUPATEN SIDRAP)=Analysis of Climate Suitability for Aedes aegypti Breeding Using IoT-Based Observations and Climate Reanalysis Data: A Case Study of Sidrap Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H061221027-2hwvgD80AjTpQBJZ-20260204232842.jpeg
Download (393kB)
H061221027-1-2.pdf
Download (613kB)
H061221027-dp.pdf
Download (170kB)
H061221027-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit berbasis vektor yang penularannya sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi, khususnya suhu dan kelembapan yang berperan penting dalam siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Kabupaten Sidrap sebagai wilayah beriklim tropis menunjukkan peningkatan kasus DBD yang signifikan, sehingga diperlukan analisis yang mampu menggambarkan hubungan antara kondisi iklim regional dan mikroklimat habitat perkembangbiakan nyamuk. Tujuan Penelitian ini untuk membandingkan kesesuaian kondisi meteorologi regional dengan kondisi mikroklimat habitat perkembangbiakan Aedes aegypti serta mengidentifikasi periode waktu yang paling sesuai bagi perkembangan dan perkembangbiakan nyamuk di Kabupaten Sidrap. Metode Data suhu dan kelembapan mikroklimat diperoleh melalui alat pemantau berbasis sensor Internet of Things (IoT) yang dipasang di Laboratorium Zoonotik, sedangkan data meteorologi regional diperoleh dari data reanalisis platform NASA-POWER. Analisis kesesuaian iklim dilakukan menggunakan metode Euclidean Distance dengan mengintegrasikan variabel suhu dan kelembapan, kemudian dikaitkan dengan data kasus DBD tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mikroklimat rata-rata sebesar 27,8°C dan kelembapan relatif rata-rata 70,5% berada pada kisaran optimal bagi perkembangan Aedes aegypti. Pola variasi musiman data reanalisis relatif konsisten meskipun nilai absolutnya berbeda akibat pengaruh lokal. Nilai Euclidean Distance terendah terjadi pada periode Agustus dan September, yang menunjukkan tingkat kesesuaian iklim tertinggi. Pola kasus DBD tahun 2024 menunjukkan puncak pada Juni-Juli, mengindikasikan adanya jeda waktu (lag time) sekitar 3-4 bulan antara kondisi iklim dan peningkatan kasus. Kesimpulan Kondisi iklim di Kabupaten Sidrap memiliki kesesuaian tinggi terhadap perkembangan Aedes aegypti, terutama pada periode Agustus hingga September, sehingga berpotensi memicu peningkatan kasus DBD pada awal tahun berikutnya dan penting sebagai dasar pengembangan sistem peringatan dini berbasis iklim.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, mikroklimat, suhu, kelembapan, Euclidean Distance, Kabupaten Sidrap. xiii ABSR |
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 01:24 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 01:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57535 |
