ASRI, ARVINA ROSMAWATI (2026) Isolasi Bakteri Simbion Pendegradasi Styrofoam dari Saluran Pencernaan Ulat Hongkong Tenebrio molitor L.=Isolation of Styrofoam-Degrading Symbiotic Bacteria from the Digestive Tract of the Mealworm Tenebrio molitor L. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041221061-FiUuONyHK1ns9pcW-20260218233124.jpeg
Download (351kB)
H041221061-1-2.pdf
Download (685kB)
H041221061-dp.pdf
Download (534kB)
H041221061-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Limbah styrofoam menjadi permasalahan serius karena sulit terurai, sehingga penelitian ini mengkaji potensi bakteri simbiotik dalam saluran pencernaan ulat hongkong Tenebrio molitor L. sebagai agen biodegradasi styrofoam yang ramah lingkungan. Tujuan. Memperoleh bakteri simbion dan mengetahui laju degradasi dari bakteri simbion yang mampu mendegradasi styrofoam pada saluran pencernaan ulat hongkong. Metode. Penelitian ini terdiri dari 6 tahapan, yaitu : 1) Pemeliharaan larva ulat hongkong selama 24 hari; 2) Isolasi Bakteri dengan metode pour plate; 3) Pemurnian Isolat Bakteri dengan metode gores sinambung; 4) Karakterisasi Isolat Bakteri melalui pengamatan morfologi; 5) Seleksi Isolat Unggul berdasarkan nilai Optical Density; 6) Uji Viabilitas. Hasil. Hasil isolasi bakteri dari saluran pencernaan ulat hongkong Tenebrio molitor L. menghasilkan empat isolat unggul dari kedua perlakuan pakan (SD-B1, SD-B2, SD-B3, S-D2). Kurva pertumbuhan menunjukkan peningkatan biomassa hingga mencapai puncak optimal pada jam ke-48 hingga jam ke-120. Waktu generasi keempat isolat menunjukkan rentang waktu yang serupa. Isolat SD-B1 14 jam 40 menit, isolat SD-B2 19 jam 20 menit, isolat SD-B3 16 jam 40 menit, dan isolat S-D2 14 jam 40 menit. Laju degradasi styrofoam oleh bakteri simbion ulat hongkong menunjukkan keberhasilan degradasi tertinggi terjadi pada fase stasioner berdasarkan kurva pertumbuhan bakteri. Pada isolat SD-B1 terjadi penurunan berat lempeng styrofoam sebesar 11%, isolat SD-B2 10%, isolat SD-B3 10%, dan isolat S-D2%. Keempat isolat menunjukkan laju degradasi laju degradasi yang tidak berbeda signifikan sehingga terbukti bahwa pada ulat hongkong terdapat bakteri yang bersimbion dengan saluran pencernaannya yang mampu dijadikan sebagai agen biodegradasi styrofoam. Kesimpulan. Ulat Hongkong Tenebrio molitor L. memiliki bakteri yang bersimbiosis pada pencernaannya yang mampu untuk mendegradasi styrofoam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Styrofoam, Ulat Hongkong, Degradasi, Bakteri Simbion, Viabilitas, Optical Density (OD) |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:41 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57484 |
