ARFANSYAH, ARFANSYAH (2026) Formulasi dan Uji Bioaktivitas terhadap Kombinasi Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Kuersetin sebagai Inhibitor Enzim Alfa Amilase=Formulation and Bioactivity Evaluation of the Combination of Sambiloto (Andrographis paniculata) Extract and Quercetin as an α-Amylase Enzyme Inhibitor. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031221089-YbfQU4vpzAgLK2Z5-20260225143513.jpeg
Download (214kB)
H031221089-1-2.pdf
Download (486kB)
H031221089-dp.pdf
Download (314kB)
H031221089-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu strategi penanganannya adalah dengan menghambat kerja enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis karbohidrat menjadi glukosa. Tanaman sambiloto (A. paniculata) diketahui memiliki senyawa aktif andrografolida yang bersifat antidiabetes, sedangkan kuersetin merupakan flavonoid dengan efek penghambatan enzim yang kuat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi optimal serta bioaktivitas kombinasi ekstrak sambiloto dan kuersetin sebagai inhibitor enzim alfa-amilase serta menilai sifat sinergisme, aditif, atau antagonis dari kombinasi tersebut. Metode. Ekstraksi sambiloto dilakukan dengan metode maserasi etanol 96%, dilanjutkan uji fitokimia, analisis GC-MS, uji toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), uji penghambatan alfa-amilase secara in vitro menggunakan metode dinitrosalisilat (DNS) serta analisis sinergisme antagonisme pada kombinasi kuersetin dan sambiloto. Kombinasi diuji pada rasio 1:2, 1:1, dan 2:1. Hasil. Ektraksi sambiloto menghasilkan rendemen sebanyak 7,04%. Uji fitokimia ekstrak sambiloto positif terhadap flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Analisis GC-MS pada ekstrak menunjukkan senyawa dominan phytol (17,69%), sitosterol (5,50%), dan squalene (5,31%). Nilai LC₅₀ sambiloto 38,14 mg/L (sangat toksik) dan kuersetin 730,86 mg/L (toksik lemah). Kombinasi 2:1 bersifat sinergis terhadap toksisitas (CI < 1), namun uji inhibisi alfa- amilase menunjukkan efek antagonis (CI > 1). Kesimpulan. Kombinasi sambiloto dan kuersetin menurunkan toksisitas tetapi belum menunjukkan efek sinergis terhadap aktivitas penghambatan enzim α-amilase. Saran. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan fraksinasi ekstrak sambiloto agar senyawa aktif seperti andrografolida dapat diperoleh lebih murni, serta melakukan uji in vivo guna mengevaluasi efek farmakologis kombinasi secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: A. paniculata, combination index, quercetin, α-amylase, toxicity |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Ilmu Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:01 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57461 |
