Kombinasi Polimer Polivinil Pirolidon K-30 dan Natrium Hialuronat dalam Pembuatan Dissolving MicroneedlCombination of Polyvinylpyrrolidone K-30 Polymers and Natrium Hyaluronate in the Fabrication of Dissolving Microneedle Patch as a Delivery Method for ESAT6-CFP10 Antigense Patch sebagai Metode Penghantar Antigen ESAT6-CFP10=


NAMIRAH, ST. (2026) Kombinasi Polimer Polivinil Pirolidon K-30 dan Natrium Hialuronat dalam Pembuatan Dissolving MicroneedlCombination of Polyvinylpyrrolidone K-30 Polymers and Natrium Hyaluronate in the Fabrication of Dissolving Microneedle Patch as a Delivery Method for ESAT6-CFP10 Antigense Patch sebagai Metode Penghantar Antigen ESAT6-CFP10=. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
H031221044-y8OvJRd4hSLoC3ig-20260216235057.jpg

Download (143kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
H031221044-1-2.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
H031221044-dp.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
H031221044-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi laten tuberkulosis (ILTB) masih sulit dideteksi secara akurat karena keterbatasan metode tuberculin skin test (TST) yang menggunakan purified protein derivative (PPD) dengan spesifisitas rendah, sehingga diperlukan pendekatan diagnostik yang lebih selektif, aman, dan minimal invasif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi dissolving microneedle patch (DMNP) berbasis kombinasi polivinil pirolidon K-30 (PVP K-30) dan natrium hialuronat (HA) yang memuat antigen spesifik Mycobacterium tuberculosis (Mtb), yaitu kompleks ESAT6-CFP10 (EC), lalu membandingkan dengan antigen purified protein derivative (PPD) sebagai diagnostik ILTB. Metode. DMNP difabrikasi menggunakan metode micromolding dan diuji secara fisik, mekanik, kemampuan penetrasi, waktu melarut, serta respons in vivo. Uji in vivo dilakukan pada mencit sehat, tervaksinasi BCG, dan model ILTB dengan pengukuran indurasi dan kadar interferon-gamma (IFN-γ). Hasil. Seluruh DMNP memiliki morfologi jarum yang baik dengan tinggi > 600 µm, namun formula F2 pada DMNP-EC dan DMNP-PPD menunjukkan performa unggul dengan reduksi tinggi jarum < 10 %, penetrasi optimal hingga lapisan parafilm keempat, serta larut sempurna dalam 7 menit. Uji in vivo mengungkapkan bahwa DMNP-EC menghasilkan indurasi yang lebih kecil dibandingkan DMNP-PPD pada seluruh kelompok hewan uji, namun mampu memicu respons biomarker inflamasi interferon-gamma (IFN-γ) yang lebih spesifik dan stabil dibandingkan DMNP-PPD. Hal ini menunjukkan spesifisitas dan keamanan yang lebih baik. Kesimpulan. Kombinasi polimer hidrofilik PVP K-30 dan HA mampu membentuk DMNP dengan stabilitas mekanik dan laju disolusi yang ideal, sementara penggunaan antigen EC memberikan keunggulan diagnostik yang lebih selektif dan minim efek samping dibandingkan PPD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: polivinil pirolidon K-30; natrium hialuronat; dissolving microneedle patch; ESAT6-CFP10; infeksi laten tuberkulosis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 08 Sep 2026 01:50
Last Modified: 08 Sep 2026 01:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57458

Actions (login required)

View Item
View Item