NIRWASITA, TAURAH KHANSA (2026) Transformasi Biomassa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) menjadi Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebagai Kandidat Bahan Dielektrik untuk Aplikasi Penyimpanan Energi=Transformation of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) Biomass into Carboxymethyl Cellulose (CMC) as a Candidate Dielectric Material for Energy Storage Applications. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031221033-NbFyHflOP4dx6vko-20260311115646.png
Download (164kB)
H031221033-1-2.pdf
Download (395kB)
H031221033-dp.pdf
Download (227kB)
H031221033-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan kebutuhan penggunaan baterai secara masif mendorong pengembangan material penyusun baterai yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya alam terbarukan. Salah satu komponen penting dalam baterai adalah bahan dielektrik yang berfungsi sebagai isolator mendukung stabilitas medan listrik. Selulosa diketahui memiliki sifat dielektrik yang baik. Eceng gondok (Eichhornia crassipes), sebagai gulma dengan kandungan selulosa tinggi, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose yang ramah lingkungan. Tujuan Penelitian ini untuk mentransformasi biomassa eceng gondok menjadi carboxymethyl cellulose, mengkarakterisasi sifat fisika-kimia CMC yang dihasilkan, serta mengevaluasi potensi CMC sebagai kandidat bahan dielektrik pada aplikasi penyimpanan energi pada baterai. Metode. Selulosa diisolasi dari eceng gondok melalui tahap dewaxing, delignifikasi, dan bleaching, kemudian disintesis menjadi CMC melalui proses alkalisasi dan karboksimetilasi. Karakterisasi CMC meliputi analisis FTIR, XRD, SEM, pengujian pH, kadar air, derajat substitusi, kadar NaCl, serta pengujian tegangan tembus untuk mengevaluasi sifat dielektriknya. Hasil. Sintesis CMC dari eceng gondok berhasil dilakukan dengan rendemen sebesar 65%. Hasil FTIR menunjukkan terbentuknya gugus karboksimetil yang mengonfirmasi keberhasilan proses karboksimetilasi. Analisis XRD menunjukkan sifat amorf dengan ukuran 5,14 nm; 9,43 nm; 6,41 nm; 9,89 nm; CMC, sementara SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang tidak beraturan. Carboxymethyl cellulose yang dihasilkan memiliki pH 6, kadar air 10%, dan derajat substitusi 0,40 yang memenuhi karakteristik CMC, serta menunjukkan kemampuan sebagai bahan dielektrik berdasarkan hasil pengujian tegangan tembus sebesar 3,16 kV. Kesimpulan. Biomassa eceng gondok yang berhasil ditransformasi menjadi CMC berpotensi digunakan sebagai kandidat bahan dielektrik pada aplikasi penyimpanan energi baterai, sekaligus memberikan solusi pemanfaatan gulma yang ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Battery, Biomass, Carboxymethyl Cellulose, Dielectric, Water hyacinth. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 01:46 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 01:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57455 |
