Fitoremediasi Logam Nikel (Ni) dan Tembaga (Cu) pada Lamun (Thalassia hemprichii) di Pesisir Pulau Barrang Lompo=Phytoremediation of Copper (Cu) and Nickel (Ni) Metals in Seagrass (Thalassia hemprichii) on the Coast of Barrang Lompo Island


PUTERI, NURHALISA REGINA (2026) Fitoremediasi Logam Nikel (Ni) dan Tembaga (Cu) pada Lamun (Thalassia hemprichii) di Pesisir Pulau Barrang Lompo=Phytoremediation of Copper (Cu) and Nickel (Ni) Metals in Seagrass (Thalassia hemprichii) on the Coast of Barrang Lompo Island. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
H031211056-D3eElk1Y7PBJRAvh-20260302121600.jpeg

Download (83kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
H031211056-1-2.pdf

Download (331kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
H031211056-dp.pdf

Download (124kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
H031211056-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pulau Barrang Lompo memiliki ekosistem lamun yang cukup beragam, salah satunya Thalassia hemprichii yang diketahui mampu menyerap logam berat dari lingkungan perairan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan lamun T. hemprichii dalam mengakumulasi logam berat tembaga (Cu) dan nikel (Ni), serta memahami mekanisme fitoremediasi yang terjadi. Metode. Sampel diambil dari perairan sekitar pulau dan penentuan kadar logam berat menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil. Hasil analisis logam Ni menunjukkan konsentrasi tertinggi pada air sebesar 1,1793 mg/L, sedimen sebesar 29,2855 mg/kg, diikuti oleh akar lamun sebesar 11,7480 mg/kg, dan daun lamun sebesar 19,7810 mg/kg. Sementara itu, logam Cu memiliki konsentrasi tertinggi pada air sebesar 0,1377 mg/L, sedimen sebesar 14,5659 mg/kg, diikuti oleh akar lamun sebesar 16,9222 mg/kg, dan daun lamun sebesar 10,7754 mg/kg. Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan lamun T. hemprichii mengakumulasi logam Ni dan Cu dalam jumlah rendah dengan mekanisme fitoakumulasi pada logam Ni adalah fitoekstraksi, sementara itu, pada logam Cu mekanisme yang terjadi adalah kombinasi fitostabilisasi dan fitoekstraksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: fitoremediasi, kualitas air laut pesisir, lamun, nikel, tembaga
Subjects: Q Science > QH Natural history
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 04 Sep 2026 07:06
Last Modified: 04 Sep 2026 07:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57443

Actions (login required)

View Item
View Item