HANDAYANI, SRI (2026) Evaluasi Keberhasilan Sinkronisasi Estrus dengan Kombinasi Prostaglandin F2α-Estradiol dan Inseminasi Buatan pada Sapi Kawin Berulang = Evaluation of Estrus Synchronization Success Using a Combination of Prostaglandin F2α-Estradiol and Artificial Insemination in Repeat Breeding Cows. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221005-jatU2l9HRXu0Cm8d-20260529125334.jpg
Download (248kB)
C031221005-1-2.pdf
Download (327kB)
C031221005-dp.pdf
Download (232kB)
C031221005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Produktivitas sapi potong di Indonesia masih rendah akibat gangguan reproduksi seperti kawin berulang (repeat breeding) yang menyebabkan kegagalan kebuntingan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sinkronisasi estrus menggunakan hormon yang diikuti dengan inseminasi buatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan sinkronisasi estrus dengan kombinasi prostaglandin F2α dan estradiol serta inseminasi buatan pada sapi kawin berulang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental lapangan dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan di Kabupaten Takalar pada Desember 2024–Juli 2025. Subjek penelitian terdiri dari 18 ekor sapi betina kawin berulang dengan BCS 3–4. Sinkronisasi estrus dilakukan dengan pemberian hormon prostaglandin F2α dan estradiol secara intramuskular, kemudian dilakukan inseminasi buatan 24–48 jam setelah perlakuan. Data dianalisis secara deskriptif dan uji Fisher. Hasil. Seluruh sapi menunjukkan respon estrus, namun sebagian besar berada pada intensitas rendah hingga sedang. Tingkat kebuntingan yang diperoleh tergolong rendah dengan nilai conception rate (CR) sebesar 5,56% (1/18). Analisis statistik menunjukkan bahwa jenis sapi, umur, BCS, onset estrus, durasi estrus, dan waktu inseminasi tidak menunjukkan bukti statistik yang cukup untuk menyatakan adanya hubungan yang signifikan terhadap keberhasilan kebuntingan (p>0,05). Tingkat KAP peternak tergolong tinggi untuk pengetahuan dan sikap, namun praktik berada pada kategori sedang, sedangkan KAP inseminator tergolong tinggi. Kesimpulan. Sinkronisasi estrus dengan kombinasi prostaglandin F2α dan estradiol mampu memicu respon estrus, namun belum efektif meningkatkan keberhasilan kebuntingan pada sapi kawin berulang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | inseminasi buatan; kawin berulang; sinkronisasi estrus; prostaglandin; estradiol; conception rate |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 04:28 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 04:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57417 |
