ANALISIS GAMBARAN KETEBALAN MAKULA, RETINAL NERVE FIBER LAYER SERTA DENSITAS KAPILER RETINA BERDASARKAN AKTIVITAS PENYAKIT SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS = ANALYSIS OF MACULAR THICKNESS, RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS AND RETINAL CAPILLARY DENSITY BASED ON DISEASE ACTIVITY SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS


NADIA, JIHAN FILDZAH (2026) ANALISIS GAMBARAN KETEBALAN MAKULA, RETINAL NERVE FIBER LAYER SERTA DENSITAS KAPILER RETINA BERDASARKAN AKTIVITAS PENYAKIT SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS = ANALYSIS OF MACULAR THICKNESS, RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS AND RETINAL CAPILLARY DENSITY BASED ON DISEASE ACTIVITY SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C025221010-42nmBXjwZauJQoxk-20260603110143.jpg

Download (263kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C025221010-1-2.pdf

Download (732kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C025221010-dp.pdf

Download (518kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C025221010-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan kerusakan mikrostruktur dan mikrovaskular retina bahkan sebelum manifestasi klinis muncul. Optical Coherence Tomography (OCT) dan Optical Coherence Tomography Angiography (OCTA) merupakan modalitas pencitraan non-invasif yang berpotensi mendeteksi perubahan subklinis retina secara akurat pada pasien SLE. Tujuan: Menganalisis gambaran ketebalan makula, Retinal Nerve Fiber Layer (RNFL) serta densitas kapiler retina dan hubungannya dengan aktivitas penyakit SLE. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 43 pasien SLE di RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Aktivitas penyakit dinilai menggunakan skor Mexican Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index (MEX-SLEDAI). Seluruh subjek menjalani pemeriksaan oftalmologi. Ketebalan makula, RNFL serta densitas kapiler retina diukur menggunakan perangkat OCT Nidek RS-3000 Advance 2. Hasil: Subjek penelitian sebanyak 43 pasien dengan mayoritas perempuan (97,7%). Ketebalan makula, RNFL serta densitas kapiler menunjukkan pola topografi tanpa penurunan atau penebalan yang khas. Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada seluruh parameter OCT/OCTA antara kelompok aktivitas penyakit (p>0,05), dan tidak terdapat korelasi bermakna antara parameter OCT/OCTA dengan skor MEX-SLEDAI secara numerik, kecuali RNFL nasal (r=0,312; p=0,042). Terdapat korelasi negatif bermakna antara durasi penyakit dengan ketebalan RNFL. Lama terapi dan dosis kumulatif HCQ berhubungan signifikan dengan penipisan makula pada sektor inner inferior (r=−0,428; p=0,006) dan inner macular ring (r=−0,353; p=0,026), serta ketebalan RNFL global (r=−0,460; p=0,003) dan RNFL superior (r=−0,426; p=0,006). Densitas SCP inner temporal dan inner macular ring menunjukkan korelasi bermakna dengan lama terapi dan dosis kumulatif metilprednisolon (p<0,05). Kesimpulan: Modalitas OCT dan OCTA mampu mendeteksi perubahan struktural dan mikrovaskular retina pada pasien SLE. Perubahan yang terdeteksi bersifat kumulatif dan tidak berkorelasi dengan aktivitas penyakit, namun dapat dipengaruhi oleh durasi penyakit dan paparan terapi. Pemeriksaan mata secara berkala direkomendasikan sebagai bagian dari tatalaksana komprehensif pasien SLE.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Systemic Lupus Erythematosus, OCT, OCTA, ketebalan makula, RNFL, densitas kapiler retina, MEX-SLEDAI, hydroxychloroquine, metilprednisolon
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Sep 2026 05:20
Last Modified: 04 Sep 2026 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57395

Actions (login required)

View Item
View Item