HUBUNGAN DERAJAT PPOK TERHADAP TAMPILAN KLINIS PASIEN KANKER PARU DI POLI PARU RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO = THE RELATIONSHIP BETWEEN THE SEVERITY OF CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE AND CLINICAL PRESENTATION OF LUNG CANCER PATIENTS AT THE PULMONOLOGY CLINIC OFDR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL


GUNAWAN, ANDI MUH. (2026) HUBUNGAN DERAJAT PPOK TERHADAP TAMPILAN KLINIS PASIEN KANKER PARU DI POLI PARU RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO = THE RELATIONSHIP BETWEEN THE SEVERITY OF CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE AND CLINICAL PRESENTATION OF LUNG CANCER PATIENTS AT THE PULMONOLOGY CLINIC OFDR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C185221010-er6tVxyALRNfC78o-20260605163740.jpg

Download (401kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C185221010-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185221010-dp.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C185221010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2028.

Download (13MB)

Abstract (Abstrak)

PPOK merupakan komorbid yang sering ditemukan pada pasien kanker paru dan diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian serta perburukan luaran klinis kanker paru. Derajat keparahan PPOK diduga memengaruhi jenis histopatologi, stadium, dan prognosis kanker paru, namun bukti lokal masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat keparahan PPOK dengan jenis histologis, stadium, dan prognosis kanker paru pada pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan tersier. Bahan dan Metode: Penelitian kohort analitik prospektif ini melibatkan 52 pasien dewasa dengan kanker paru yang menjalani pemeriksaan spirometri dan diklasifikasikan berdasarkan kriteria GOLD dan A–B–E di rumah sakit tersier. Hasil: Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (76,9%) dan memiliki riwayat merokok (57,7%), dengan adenokarsinoma sebagai jenis histopatologi yang paling dominan (44,2%). Sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium lanjut dengan status EGFR wild-type (73,1%), kemoterapi sebagai modalitas terapi utama (73,1%), progressive disease (38,5%) sebagai hasil penilaian RECIST yang paling sering dijumpai, serta status performa yang umumnya masih terjaga (61,5%). PPOK derajat lebih berat (GOLD stadium 3–4) ditemukan secara signifikan lebih banyak pada pasien kanker paru stadium lanjut (stadium IV; p = 0,007). Grup E menunjukkan predominansi adenokarsinoma dan proporsi penyakit stadium lanjut yang lebih tinggi. Status performa semakin memburuk seiring dengan meningkatnya keparahan PPOK. Kesimpulan: Kanker paru seringkali terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga kolaborasi dengan dokter spesialis di bidang paru atau onkologi sangat penting untuk mencapai tata laksana yang optimal dan pemulihan yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: PPOK, kanker paru, spirometri, EGFR, RECIST
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Sep 2026 04:00
Last Modified: 04 Sep 2026 04:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57392

Actions (login required)

View Item
View Item