MANA, M. AFFAL PERDANA ILYAS (2026) EKSISTENSI HUKUM ADAT NGATA TORO DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI HUKUM = The Existence of Ngata Toro Customary Law from the Perspective of Legal Anthropology. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B022222032-E6f0YgwJUiyRkjLS-20260313114010.jpg
Download (357kB)
B022222032-1-2.pdf
Download (370kB)
B022222032-dp.pdf
Download (210kB)
B022222032-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hukum adat Ngata Toro merupakan sistem norma yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, mencerminkan nilai-nilai budaya serta praktik sosial yang diwariskan secara turun temurun. Eksistensi hukum adat tersebut penting dikaji dalam perspektif antropologi hukum untuk memahami bagaimana hukum hidup (Living Law) berperan dalam membentuk keteraturan sosial dan kohesi masyarakat diluar sistem hukum negara formal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Hukum adat Ngata Toro dalam masyarakat Ngata Toro dan untuk menganalisis peran hukum adat Ngata Toro dalam membentuk hubungan antar individu di masyarakat Ngata Toro. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan lokasi penelitian di Ngata Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang menggunakan jenis dan sumber data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan metode wawancara dan studi kepustakaan. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Implementasi hukum adat dalam masyarakat Ngata Toro memainkan peran sentral sebagai sistem hukum yang tumbuh dan berkembang secara organik dari interaksi sosial masyarakat. Hukum adat yang dipraktikkan dalam penyelesaian konflik antar masyarakat bukan sekadar norma sosial, melainkan merupakan bentuk konkret dari living law, yakni hukum yang hidup dan ditaati secara sukarela karena keberadaannya dianggap sah oleh kesadaran kolektif masyarakat, bukan karena paksaan. (2) Peran hukum adat di Ngata Toro tidak hanya berfungsi sebagai seperangkat norma yang mengatur perilaku, melainkan menjadi instrumen utama dalam membangun dan mempertahankan solidaritas sosial serta keterikatan kolektif. Hal ini tercermin dalam pengakuan masyarakat terhadap nilai-nilai adat seperti hintuvu, yang mengandung prinsip moral dalam menjaga hubungan sosial dan etika antar warga. Pewarisan nilai ini berlangsung secara turun-temurun melalui mekanisme informal seperti praktik keseharian dan lisan, maupun melalui institusi formal seperti sekolah adat, yang menandakan adanya komitmen bersama terhadap pelestarian norma dan nilai lokal. Kesimpulan: Hukum adat Ngata Toro tidak hanya berfungsi sebagai alat pengatur perilaku, melainkan juga sebagai pondasi kohesi sosial yang menjaga keteraturan dan keharmonisan masyarakat Ngata Toro.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum adat; Ngata Toro; Masyarakat Adat; Eksistensi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 03:55 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 03:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57389 |
