TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN KARBON AKTIF/Fe3O4/K2CO3=TRANSESTERIFICATION OF BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL USING ACTIVATED CARBON/Fe3O4/K2CO3 HETEROGENEOUS CATALYST


RAMADANI, SITTI SYARA (2026) TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN KARBON AKTIF/Fe3O4/K2CO3=TRANSESTERIFICATION OF BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL USING ACTIVATED CARBON/Fe3O4/K2CO3 HETEROGENEOUS CATALYST. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
H012231008-pA4FxOsar6DXuc8q-20260303133442.jpg

Download (404kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
H012231008-1-2.pdf

Download (501kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
H012231008-dp.pdf

Download (353kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
H012231008-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 January 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

SITTI SYARA RAMADANI. Transesterifikasi Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Heterogen Karbon Aktif/Fe3O4/K2CO3 (dibimbing oleh Muhammad Zakir dan Maming). Latar Belakang. Peningkatan akumulasi limbah minyak jelantah dan kulit buah aren memicu kebutuhan akan teknologi konversi energi yang ramah lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan potensi kedua limbah tersebut melalui pengembangan katalis heterogen magnetik untuk produksi biodiesel yang berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini mengembangkan Karbon Aktif/Fe3O4/K2CO3 sebagai katalis magnetik heterogen yang stabil dan berkelanjutan yang terbuat dari limbah kulit buah aren (Arenga Pinnata M), untuk reaksi transesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Katalis bifungsional ini mengintegrasikan karbon aktif yang berasal dari limbah biomassa lokal, khususnya cangkang buah sawit (Arenga Pinnata Merr.), magnetit, dan kalium karbonat. Metode. Proses sintesis dilakukan melalui tahapan karbonisasi, aktivasi kimia, dan impregnasi. Komposit karbon aktif/Fe3O4/K2CO3 dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk menilai kristalinitas dan identifikasi fasenya, FTIR untuk mengidentifikasi komponen kimia dalam material, SEM-EDX untuk menganalisis morfologi dan komposisi unsur, dan VSM untuk menentukan sifat magnetik. Hasil karakterisasi mengonfirmasi keberhasilan pembentukan komposit dengan magnetit nanopartikel (Fe3O4) dan situs basa (K2CO3), menegaskan integritas struktural dan sifat katalitik potensial material. Hasil. Katalis menunjukkan efisiensi tinggi dalam mengonversi minyak jelantah menjadi biodiesel, dengan hasil 96,56% dalam waktu 30 menit pada suhu 60 °C, menggunakan rasio mol metanol: minyak 1:6 dan berat katalis 3% b/b. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan FTIR dan GC-MS. Hasil uji kualitas biodiesel menunjukkan densitas 868 Kg/cm3, FFA 0,403%, angka asam 0,606 mg KOH/g, bilangan iodium 86,72%, dan bilangan penyabunan 12.795 mg/KOH/g. Evaluasi stabilitas menunjukkan bahwa katalis Karbon aktif/ Fe3O4/K2CO3 menunjukkan stabilitas dengan mempertahankan produksi biodiesel 86,18% setelah 5 siklus. Kesimpulan. Keunggulan sifat magnetik pada katalis ini mempermudah proses pemisahan dan pemulihan katalis dari produk, sehingga meningkatkan nilai ekonomis produksi biodiesel. Penelitian ini berkontribusi dalam memajukan teknologi sintesis biodiesel yang berkelanjutan dan efisien dengan memanfaatkan potensi biomassa lokal guna meminimalkan dampak lingkungan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: biodiesel; Minyak Jelantah; katalis heterogen; kulit buah aren; transesterifikasi
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 03 Sep 2026 02:35
Last Modified: 03 Sep 2026 02:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57374

Actions (login required)

View Item
View Item