Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penipuan Dengan Modus Penipuan Segitiga Di Media Sosial = Law Enforcement Against Criminal Acts of Fraud Using the Triangle Fraud Mode on Social Media


ROMBE, ERICA NATALIA (2026) Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penipuan Dengan Modus Penipuan Segitiga Di Media Sosial = Law Enforcement Against Criminal Acts of Fraud Using the Triangle Fraud Mode on Social Media. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul] Image (sampul)
B012232031-PDVykFKG3Q9cE4v2-20260603064908.jpg

Download (368kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B012232031-1-2.pdf

Download (732kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B012232031-dp.pdf

Download (244kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B012232031-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 April 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ERICA NATALIA ROMBE (B012232031). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penipuan Dengan Modus Penipuan Segitiga Di Media Sosial Dibimbing oleh Amir Ilyas . Latar Belakang: Kejahatan cybercrime yang marak terjadi saat ini yaitu penipuan dengan modus penipuan segitiga yang dimana Pelaku dalam menjalankan aksinya menipu korban sebagai calon pembeli dengan iming-iming harga murah. Tujuan: Untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan dengan modus penipuan segitiga di media sosial dan upaya yang dilakukan kepolisian untuk menanggulangi tindak pidana penipuan dengan modus penipuan segitiga di media sosial. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empiris yang dilaksanakan di Polrestabes Kota Makassar. Jenis dan sumber data yaitu data primer yaitu dengan melakukan wawancara dan data sekunder yaitu, buku, jurnal, dan perundang-undangan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan dengan modus penipuan segitiga di media sosial belum optimal, dikarenakan masih kurangnya sumber daya manusia dan aparat kepolisian yang menguasai teknologi di bidang cyber dan sarana dan prasarana belum lengkap dengan alat untuk melacak barang bukti digital. (2) Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polres adalah upaya pre-emtif yaitu bimnas melakukan edukasi dan upaya pencegahan masyarakat terhadap kejahatan, upaya preventif yaitu agar terhindar dari penipuan segitiga dilakukan dengan meminta video call, bercakap dengan penjual lalu mengambil screenshot untuk berjaga - jaga dan meminta sharelock si penjual. Dan upaya represif yaitu penyelidikan dan penyidikan dari tahap ini dilakukan upaya paksa yaitu penangkapan, penahanan, penyitaan dan penggeledahan. Kesimpulan: Kurangnya sumber daya manusia dan aparat kepolisian yang menguasai teknologi di bidang cyber serta keterbatasan sarana dan prasarana dalam melacak barang bukti digital menjadi kendala utama dalam penanganan kejahatan cyber. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan upaya penanggulangan, yakni upaya pre-emtif melalui penyuluhan dan edukasi pencegahan, preventif dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kejahatan, serta represif melalui tindakan penegakan hukum seperti penyelidikan, penyidikan,penangkapan, penyitaan dan penggeledahan. Kata kunci : Penegakan hukum, Penipuan Segitiga, Media Sosial

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Penegakan hukum, Penipuan Segitiga, Media Sosial
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 03 Sep 2026 01:54
Last Modified: 03 Sep 2026 01:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57367

Actions (login required)

View Item
View Item