Nopianti, Nur Isra (2026) Persepsi Masyarakat Sidenreng Rappang tentang Sobis = Community Perceptions of Sobis in Sidenreng Rappang. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021191051-kIlg5W3qeYLK9njV-20260608120832.jpg
Download (208kB)
C021191051-1-2.pdf
Download (45kB)
C021191051-dp.pdf
Download (114kB)
C021191051-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 April 2028.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Di Kabupaten Sidenreng Rappang sobis sebagai penipuan daring tidak hanya dipahami sebagai bentuk kejahatan digital, tetapi juga telah menjadi fenomena sosial yang dikenal luas dan memunculkan beragam persepsi masyarakat, termasuk adanya indikasi normalisasil. Kajian yang ada sejauh ini lebih banyak berfokus pada aspek hukum, ekonomi, dan komunikasi dengan cakupan sampel yang terbatas, sehingga perspektif psikologi sosial yang komprehensif dalam memahami dinamika persepsi masyarakat terhadap sobis masih sangat minim. Pemahaman tentang dinamika persepsi ini mendesak untuk dilakukan karena normalisasi yang dibiarkan tanpa intervensi berbasis bukti dapat menghambat efektivitas penegakan hukum dan mempersulit upaya pencegahan jangka panjang. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis persepsi masyarakat tentang praktik sobis. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa survei kualitatif terhadap 225 responden dan wawancara semi-terstruktur terhadap lima narasumber. Hasil. Mayoritas masyarakat memahami sobis sebagai kejahatan digital terorganisir dan memberikan penilaian negatif berupa penolakan moral dan tuntutan pemberantasan. Namun, ditemukan gejala normalisasi di sebagian kalangan yang mulai menganggap sobis sebagai hal wajar atau pekerjaan, serta sikap pesimistis terhadap kemungkinan pemberantasannya. Sobis juga dipersepsikan berdampak pada citra daerah dan mengancam moral generasi muda. Kesimpulan. Persepsi masyarakat terhadap sobis bersifat ambivalen: pemahaman kognitif yang tinggi tidak diikuti penolakan afektif dan konatif yang konsisten. Sobis telah mengalami normalisasi sosial akibat pergeseran norma deskriptif yang menggeser norma injungtif, sehingga diperlukan intervensi multidimensi menyentuh aspek edukasi, penguatan nilai moral, dan pemberdayaan ekonomi sebelum sobis diwariskan antargenerasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kejahatan siber; normalisasi; dimensi persepsi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:01 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57357 |
