ANALISIS HUKUM PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF OLEH BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL TERHADAP USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH = LEGAL ANALYSIS OF PRODUCTIVE ZAKAT MANAGEMENT BY THE NATIONAL ZAKAT AGENCY FOR MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES


ARSYAD, SUMARWATI (2026) ANALISIS HUKUM PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF OLEH BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL TERHADAP USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH = LEGAL ANALYSIS OF PRODUCTIVE ZAKAT MANAGEMENT BY THE NATIONAL ZAKAT AGENCY FOR MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B022212001-nIbmXNRy8374Oilh-20260304125743.jpeg

Download (147kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B022212001-1-2.pdf

Download (739kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B022212001-dp.pdf

Download (409kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B022212001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pengelolaan zakat produktif oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan implementasi kewajiban hukum dan syariah untuk mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mustahik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara mandatregulasi, yang mewajibkan adanya pembinaan dan pendampingan, dengan realitas operasional di lapangan yang menunjukkan inkonsistensi. Tujuanpenelitian adalah menganalisis kerangka hukum pengelolaan zakat produktif oleh BAZNAS, mengidentifikasi peran dan efektivitasnya, serta menganalisis hambatan strategis dan operasional yang dihadapi BAZNAS dalam memberdayakan UMKM. Metode yang digunakan adalah Penelitian Hukum Normatif-Empiris (Sociological Law Research), dengan pendekatan studi kasus multi-lokasi di empat wilayah (Makassar, Palopo, Pangkep, dan Bone) BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, dan data dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BAZNAS memiliki peran sentral sebagai penyalur modal dan pendamping, namun efektivitas program bervariasi. (2) Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pendampingan bisnis yang spesifik, serta rendahnya literasi keuangan dan digital mustahik, yang menyebabkan program di wilayah dengan monitoring lemah (Makassar dan Bone) kurang efektif dibandingkan wilayah dengan pendampingan yang konsisten (Palopo dan Pangkep). Kesimpulan penelitian adalah bahwa kerangka hukum telah memadai, namun lemahnya penegakan aspek pendampingan operasional menghambat tercapainya tujuan hukum zakat produktif, yaitu transformasi mustahik menjadi muzakki. Disarankan agar BAZNAS menerapkan Model Pemberdayaan Terintegrasi yang mengkombinasikan modal, pendampingan bisnis rutin, dan pelatihan literasi digital untuk memastikan keberlanjutan usaha mustahik.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Zakat Produktif, BAZNAS, UMKM.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 31 Aug 2026 06:17
Last Modified: 31 Aug 2026 06:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57347

Actions (login required)

View Item
View Item