MEIRANI, NUR AINUN (2026) Formulasi, Uji Daya Terima dan Umur Simpan Pada Permen Jelly Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) dengan Penambahan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Produk Pangan Fungsional untuk Hipertensi=Formulation, Acceptability Testing, and Shelf Life of Star Fruit (Averrhoa Bilimbi L.) Jelly Candies with Added Ginger (Zingiber Officinale) as a Functional Food Product for Hypertension. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021221079-R6jnfdLT8Np7yPiD-20260525131929.jpeg
Download (336kB)
K021221079-1-2.pdf
Download (636kB)
K021221079-dp.pdf
Download (274kB)
K021221079-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 May 2028.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman lokal yang mengandung senyawa bioaktif berpotensi mencegah hipertensi. Belimbing wuluh kaya flavonoid, tanin, dan kalium yang membantu menurunkan tekanan darah, sedangkan jahe mengandung gingerol dan shogaol yang bersifat vasodilator dan antiinflamasi. Pemanfaatannya dapat dikembangkan dalam bentuk pangan fungsional, seperti permen jelly, yang praktis dan mudah diterima masyarakat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik permen jelly belimbing wuluh dengan penambahan jahe, menilai daya terima produk dari segi organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, after taste dan penerimaan keseluruhan), serta menentukan umur simpan formulasi terpilih. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan beberapa variasi formulasi penambahan jahe. Penilaian organoleptik dilakukan oleh panelis terbatas (5 orang) dan panelis konsumen (30 orang) melalui uji hedonik terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, aftertaste, dan penerimaan keseluruhan. Penentuan umur simpan formulasi terpilih dilakukan dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) menggunakan pendekatan model Arrhenius di laboratorium. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa formula F3 (belimbing wuluh 59% dan jahe 10%) merupakan formula terbaik dengan nilai hedonik keseluruhan tertinggi yaitu 3,65 pada panelis konsumen, unggul dalam aspek warna (hijau cukup menarik), aroma (harum), rasa (cukup enak), dan tekstur (kenyal). Berdasarkan perhitungan menggunakan orde reaksi nol dengan kadar air awal sebesar 77,50% dan kadar air kritis sebesar 25,00%, diperoleh umur simpan permen jelly Formula 3 adalah sekitar 1.185 hari atau ±39,5 bulan (±3,3 tahun) pada suhu 25°C. Kesimpulan: Permen jelly belimbing wuluh dengan penambahan jahe 10% berpotensi sebagai produk pangan fungsional yang berpotensi sebagai produk pangan fungsional berbasis bahan lokal dengan daya terima yang baik dan umur simpan yang layak untuk distribusi dan konsumsi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | belimbing wuluh, hipertensi, organoleptik, permen jelly, umur simpan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:12 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57329 |
