Analisis Yuridis Penyalahgunaan Data Pribadi Melalui Sistem Kecerdasan Buatan = Analisis Yuridis Penyalahgunaan Data Pribadi Melalui Sistem Kecerdasan Buatan


GANI, GAYATRI REZQY WULANDARI (2026) Analisis Yuridis Penyalahgunaan Data Pribadi Melalui Sistem Kecerdasan Buatan = Analisis Yuridis Penyalahgunaan Data Pribadi Melalui Sistem Kecerdasan Buatan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul] Image (sampul)
B011221319-KyZkvTrDYVUGp5uR-20260526133650.jpg

Download (364kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011221319-1-2.pdf

Download (521kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011221319-dp.pdf

Download (136kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011221319-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya AI generatif, telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam penciptaan konten digital yang menyerupai karya manusia seperti teks, gambar, maupun suara. Pelatihan (training data) tanpa persetujuan yang sah dari pemilik data berpotensi melanggar hak atas privasi dan menimbulkan persoalan pertanggungjawaban pidana bagi korporasi atau pengembang sistem AI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai perlindungan data pribadi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta mengkaji bentuk pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan melalui sistem kecerdasan buatan (AI). Metode: Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlindungan data pribadi dalam hukum pidana secara jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; (2) Pengembang atau penyelenggara sistem AI dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti sengaja menggunakan data pribadi seseorang tanpa dasar hukum yang sah. Kesimpulan: Pertanggungjawaban pidana dapat diterapkan pada perusahaan pengembang AI jika tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian (due diligence), transparansi, serta pengawasan ketat sehingga inovasi AI tetap selaras dengan nilai-nilai hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Artificial Intelligence, Data Pribadi, Privasi, Pertanggungjawaban Pidana, UU ITE, UU PDP.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 27 Aug 2026 01:07
Last Modified: 27 Aug 2026 01:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57288

Actions (login required)

View Item
View Item