PENGEMBANGAN PENYEDAP RASA BERBAHAN DASAR BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH.) DAN RUMPUT LAUT MERAH (EUCHEMA COTTONII): ANALISIS KADAR GARAM DAN UJI MUTU HEDONIK=Development of a Flavor Enhancer Made from Pumpkin Seeds (Cucurbita moschata Durch.) and Red Seaweed (Eucheuma cottonii): Salt Content Analysis and Hedonic Quality Test


TAMPUBOLON, UMMI HAFSAH NUR ANNISA (2026) PENGEMBANGAN PENYEDAP RASA BERBAHAN DASAR BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH.) DAN RUMPUT LAUT MERAH (EUCHEMA COTTONII): ANALISIS KADAR GARAM DAN UJI MUTU HEDONIK=Development of a Flavor Enhancer Made from Pumpkin Seeds (Cucurbita moschata Durch.) and Red Seaweed (Eucheuma cottonii): Salt Content Analysis and Hedonic Quality Test. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
K021221025-zPfarsbnTWCVL293-20260609095934.jpg

Download (55kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
K021221025-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
K021221025-dp.pdf

Download (205kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
K021221025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 June 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Konsumsi penyedap rasa di masyarakat masih tergolong tinggi dan sebagian besar produk yang beredar mengandung garam serta bahan penyedap sintetis. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan alternatif penyedap rasa alami yang berasal dari bahan pangan lokal. Biji labu kuning dan rumput laut merah merupakan bahan pangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar penyedap karena mengandung zat gizi dan senyawa alami pembentuk cita rasa gurih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk penyedap rasa berbahan dasar biji labu kuning (Cucurbita moschata Durch.) dan rumput laut merah (Eucheuma cottonii) serta menganalisis kadar garam dan mutu hedonik berdasarkan parameter warna, aroma, dan tekstur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan pendekatan rancangan acak lengkap (RAL). Produk dibuat dalam empat formulasi, yaitu F1, F2, F3, dan F4 dengan variasi komposisi biji labu kuning dan rumput laut merah, serta penambahan bahan pelengkap berupa garam, gula, bawang merah, dan bawang putih. Analisis kadar garam dilakukan menggunakan metode argentometri, sedangkan uji mutu hedonik dilakukan oleh panelis terbatas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar garam pada formula F1 sebesar 35,24%, F2 sebesar 34,06%, F3 sebesar 27,60%, dan F4 sebesar 24,67%. Seluruh formula masih memenuhi persyaratan kadar NaCl berdasarkan SNI 01-4273-1996, yaitu maksimal 65%. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarformula pada parameter warna, aroma, dan tekstur dengan nilai p>0,05. Namun secara deskriptif, formula F3 cenderung memperoleh penilaian mutu hedonik terbaik dibandingkan formula lainnya. Kesimpulan: Penyedap rasa berbahan dasar biji labu kuning dan rumput laut merah berpotensi dikembangkan sebagai alternatif penyedap rasa alami berbasis bahan pangan lokal. Formula F3 menjadi formula yang paling potensial berdasarkan kombinasi kadar garam yang lebih rendah dan mutu hedonik yang relatif lebih baik. Pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama pada aspek rasa, homogenitas produk, serta pengujian dengan jumlah panelis yang lebih besar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Penyedap rasa, biji labu kuning, rumput laut merah, kadar garam, mutu hedonik
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 27 Aug 2026 00:58
Last Modified: 27 Aug 2026 00:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57285

Actions (login required)

View Item
View Item