Arahan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang Responsif Terhadap Gejala Depresi Remaja di Lingkungan Permukiman Perkotaan Studi Kasus: Kecamatan Tamalate = Guidelines for the Planning of Green Open Spaces (GOS) That Address Symptoms of Adolescent Depression in Urban Residential Areas: A Case Study of Tamalate District


TIMANG, RIVALDI (2026) Arahan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang Responsif Terhadap Gejala Depresi Remaja di Lingkungan Permukiman Perkotaan Studi Kasus: Kecamatan Tamalate = Guidelines for the Planning of Green Open Spaces (GOS) That Address Symptoms of Adolescent Depression in Urban Residential Areas: A Case Study of Tamalate District. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
D101221017-vWobj0Hi9J5CugGE-20260519125102.png

Download (254kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D101221017-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D101221017-dp.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
D101221017-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2028.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kondisi Kesehatan mental, terutama gejala depresi menjadi isu yang sangat kompleks di tengah tekanan lingkungan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara teoritis dapat berperan sebagai ruang restoratif yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental remaja, namun efektivitasnya di tingkat permukiman lokal masih memerlukan pembuktian empiris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi RTH dan tingkat gejala depresi remaja, (2) menganalisis hubungan antara kondisi RTH terhadap tingkat gejala depresi yang dirasakan remaja, dan (3) merumuskan arahan penataan RTH yang responsif terhadap gejala depresi remaja di lingkungan permukiman Kecamatan Tamalate. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Teknik analisis yang digunakan di antaranya yaitu Regresi Logistik Ordinal, Independent Samples T-Test, analisis service area, overlay, serta metode analisis statistik deskriptif dengan pendekatan triangulasi untuk merumuskan arahan perencanaan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstandar PHQ-8 dan observasi lapangan terhadap elemen-elemen fisik RTH. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. (1) RTH yang ada di Kecamatan Tamalate hanya berfokus pada kuantitas namun menurun dari segi kualitas ekologis dan fasilitas pendukung aktivitas di dalamnya, (2) Kualitas fisik dan aksesibilitas RTH tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan gejala depresi remaja (>0,05). Selain itu, tidak adanya perbedaan skor gejala depresi yang bermakna antara kelompok yang berkunjung dan kelompok yang tidak berkunjung ke RTH (Sig. 0,862), (3) RTH di Kecamatan Tamalate belum memenuhi standar sebagai ruang restoratif harian, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas ekologis dan fasilitas RTH, pemerataan RTH di kawasan permukiman Kecamatan Tamalate, dan penerapan konsep Restorative Environtment Design.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ruang Terbuka Hijau, Depresi Remaja, Restorative Environment Design, Aksesibilitas, Lingkungan Permukiman
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Aug 2026 05:59
Last Modified: 26 Aug 2026 05:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57276

Actions (login required)

View Item
View Item