NAJAMUDDIN, NILDA FEBRIANTI PUTRI (2026) Tata Kelola Kolaborasi Program Tuberkulosis Aktor Pentahelix di Kota Palopo=Collaborative Governance of Tuberculosis Program Pentahelix Actors in Palopo City. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K052231002-KwgSF6Px8WsHcJbu-20260526103906.png
Download (67kB)
K052231002-1-2.pdf
Download (667kB)
K052231002-dp.pdf
Download (178kB)
K052231002-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 April 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan dengan jumlah kasus terbesar, termasuk Kota Palopo yang berada pada urutan 14 pada tahun 2024 dengan kenaikan angka pada penemuan kasus baru dalam 2 tahun terakhir. Sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan tuberkulosis di Kota Palopo. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata kelola aktor pentahelix dalam penanggulangan tuberkulosis di Kota Palopo. Metode. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode In-Depth Interview terhadap 10 informan yang bergabung dalam Surat Keputusan Walikota Palopo Nomor 100.3.3.3/410/B. Hukum. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai program pengendalian telah dilaksanakan, mulai dari deteksi dini, surveilans, hingga pendampingan pasien, pencapaian indikator program belum sepenuhnya maksimal. Kompleksitas penanganan tuberkulosis menuntut keterlibatan lintas sektor, sehingga kolaborasi pentahelix menjadi strategi penting untuk memperkuat tata kelola program. Namun, efektivitas kolaborasi ini masih menghadapi kendala seperti koordinasi yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya analisis mendalam mengenai bagaimana tata kelola kolaborasi antar-aktor pentahelix berjalan dalam penanggulangan tuberkulosis di Kota Palopo. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tata kelola kolaborasi aktor pentahelix dalam penanggulangan tuberkulosis di Kota Palopo telah berjalan, namun kolaborasi lintas sektor belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, penguatan komitmen, koordinasi lintas sektor, dan dukungan sumber daya diperlukan agar kolaborasi pentahelix dapat berperan lebih efektif dalam menurunkan beban TB di Kota Palopo.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis; Pentahelix; Lintas Sektor; Palopo |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 06:01 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57275 |
