SAHRUL, SAHRUL (2026) DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA=HUSBAND’S SUPPORT IN PROVIDING EXCLUSIVE BREASTFEEDING TO STUNTED CHILDREN IN THE COASTAL AREA OF SINDUE TOMBUSABORA DISTRICT, DONGGALA REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012241012-G3mAobdYQVBZqOsD-20260602093252.jpg
Download (76kB)
K012241012-1-2.pdf
Download (1MB)
K012241012-dp.pdf
Download (367kB)
K012241012-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SAHRUL. Dukungan Suami Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala (dibimbing oleh Muhammad Syafar dan Suriah) Latar belakang. Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di wilayah pesisir Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala. Rendahnya praktik ASI eksklusif turut meningkatkan risiko stunting, padahal ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan intervensi kunci pada periode 1.000 HPK. Keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga oleh dukungan sosial suami yang dipengaruhi pengetahuan, pola kerja, serta norma sosial-budaya setempat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam perilaku suami dalam memberikan dukungan sosial menyusui eksklusif pada anak stunting. Metode. Penelitian menggunakan desain kualitatif pendekatan fenomenologi. Partisipan berasal dari keluarga yang memiliki balita stunting usia 6-24 bulan, sebanyak 44 informan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan suami, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, serta FGD bersama keluarga inti dan istri. Data sekunder diperoleh dari dokumen Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil. Dukungan suami terhadap ASI eksklusif belum optimal karena pengetahuan terbatas, waktu minim, dan kuatnya pengaruh budaya. Miskonsepsi masih dominan: kolostrum dianggap "ASI basi", serta pralaktasi (madu/air gula, pisang, daun pana) dan susu formula dinilai tidak bertentangan dengan ASI eksklusif. Dukungan suami lebih bersifat instrumental dan emosional yang praktis, tetapi tidak konsisten; dukungan informasional lemah, sedangkan dukungan penilaian/penghargaan penting namun belum merata. Keputusan menyusui dipengaruhi figur rujukan (nenek/orang tua, tenaga kesehatan), tetapi kebiasaan keluarga besar lebih dominan. Pola kerja nelayan membatasi keterlibatan suami dan akses edukasi, memicu praktik campuran serta MP-ASI dini. Kesimpulan. Dukungan suami terhadap ASI eksklusif belum optimal karena keterbatasan pengetahuan, waktu, dan faktor budaya. Miskonsepsi tentang kolostrum serta praktik pralaktasi masih kuat, diperparah pengaruh keluarga dan tuntutan kerja sebagai nelayan. Kata kunci: dukungan suami; ASI eksklusif; stunting; pesisir
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: dukungan suami; ASI eksklusif; stunting; pesisir |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:38 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57258 |
