PUTUSAN BERSALAH TANPA PIDANA MELALUI JUDICAL PARDON PERSPEKTIF KEADILAN BAGI KORBAN TINDAK PIDANA = GUILTY VERDICTWITHOUT CRIMINAL PENALTY THROUGH JUDUCIAL PARDON : THE PERSPECTIVE OF JUSTICE FOR VICTIMS OF CRIMINAL ACTS


MANDAGI, FILISYE (2026) PUTUSAN BERSALAH TANPA PIDANA MELALUI JUDICAL PARDON PERSPEKTIF KEADILAN BAGI KORBAN TINDAK PIDANA = GUILTY VERDICTWITHOUT CRIMINAL PENALTY THROUGH JUDUCIAL PARDON : THE PERSPECTIVE OF JUSTICE FOR VICTIMS OF CRIMINAL ACTS. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B012241113-Q4sRgzxPnFTmNf6b-20260313152622.jpg

Download (130kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B012241113-1-2.pdf

Download (338kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B012241113-dp.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B012241113-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 February 2028.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Filisye Mandagi Putusan Bersalah Tanpa Pidana Melalui Judicial Pardon Perspektif Keadilan Bagi Korban Tindak Pidana. Dibimbing oleh Syamsuddin Muhammad Noor. Latar belakang: Penelitian ini mengkaji putusan salah tanpa pidana melalui konsep judicial pardon dengan menitikberatkan pada dimensi keadilan bagi korban tindak pidana di Indonesia sebagai bentuk pemaafan hakim dalam hukum pidana yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk tidak menjatuhkan pidana penjara, terutama pada perkara dengan kategori ringan, berdasarkan pertimbangan keadilan, nilai kemanusiaan, dan kondisi sosial tertentu. Tujuan: Menganalisis konsep judicial pardon dalam sistem peradilan pidana Indonesia, mengidentifikasi kendala penerapannya, serta menilai implikasinya terhadap kepastian hukum dan keadilan bagi korban. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, doktrin, serta analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian: meskipun judicial pardon telah tercantum dalam KUHP, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, khususnya karena belum adanya sinkronisasi dengan KUHAP. Hal ini menimbulkan persoalan kepastian hukum dan berpotensi memicu disparitas dalam putusan hakim. Di sisi lain, penerapan judicial pardon menuntut perhatian terhadap hak-hak korban, baik melalui mekanisme kompensasi, restitusi, maupun keterlibatan aktif korban dalam proses peradilan. Kesimpulan: Judicial pardon diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen pembaruan hukum pidana yang bersifat progresif dan humanis, dengan tujuan menyeimbangkan kepentingan pelaku, korban, dan masyarakat, serta turut menjawab persoalan kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan di Indonesia

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Judicial Pardon, Putusan Bersalah Tanpa Pidana, Keadilan Restoratif
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:17
Last Modified: 24 Aug 2026 07:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57228

Actions (login required)

View Item
View Item