ZAHRA, WA ODE ST. FATMA (2026) ANALISIS PERBANDINGAN TERAPI KOMBINASI WHOLE BODY VIBRATION DAN LATIHAN KOGNITIF DENGAN TERAPI TUNGGAL=WHOLE BODY VIBRATION TERHADAP KESEIMBANGAN FUNGSIONAL DAN KEKUATAN EKSTREMITAS BAWAH ORANG LANJUT USIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C215212006-Rend9cyxZQXqWsK0-20260213085929.jpg
Download (342kB)
C215212006-1-2.pdf
Download (202kB)
C215212006-dp.pdf
Download (393kB)
C215212006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Jatuh merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia. Salah satu penyebab utama jatuh adalah penurunan kekuatan otot dan gangguan keseimbangan akibat proses penuaan. Whole Body Vibration (WBV) diketahui dapat meningkatkan aktivasi neuromuskular dan kekuatan otot, sedangkan latihan kognitif berperan dalam meningkatkan perhatian, perencanaan gerak, dan kontrol postural. Kombinasi keduanya diduga memberikan efek sinergis dalam memperbaiki keseimbangan dan fungsi ekstremitas bawah lansia. Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas terapi kombinasi WBV dan latihan kognitif dengan terapi WBV tunggal terhadap keseimbangan fungsional dan kekuatan ekstremitas bawah pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan uji acak terkontrol (randomized controlled trial) yang melibatkan 36 lansia (≥60 tahun) di Kota Makassar. Partisipan dibagi secara acak menjadi dua kelompok: terapi kombinasi WBV dan latihan kognitif (n=18) serta terapi tunggal WBV (n=18). Intervensi dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Keseimbangan fungsional diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan kekuatan ekstremitas bawah menggunakan Five Repetition Sit-to-Stand Test (FRSTS). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon, paired t-test, dan Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p≤0,05. Hasil: Kedua kelompok menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan ekstremitas bawah (p<0,001), namun hanya kelompok kombinasi yang mengalami peningkatan signifikan pada keseimbangan fungsional (p=0,008). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok pada BBS (p=0,049) dan FRSTS (p=0,007), dengan penurunan waktu FRSTS lebih besar pada kelompok kombinasi (–1,78 detik) dibandingkan WBV tunggal (–1,07 detik). Kesimpulan: Terapi kombinasi WBV dan latihan kognitif lebih efektif dibandingkan terapi WBV tunggal dalam meningkatkan keseimbangan fungsional dan kekuatan ekstremitas bawah pada lansia. Efek ini menunjukkan adanya sinergi antara stimulasi mekanik WBV yang memperkuat sistem neuromuskular perifer dan aktivasi kognitif yang memperbaiki integrasi sensorimotor serta kontrol postural.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Whole Body Vibration, latihan kognitif, keseimbangan fungsional, kekuatan otot, lansia. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:27 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57171 |
