EFEK PEMBERIAN PERINEURAL INJECTION TREATMENT (PIT) TERHADAP SKALA NYERI DAN OUTCOME FUNGSIONAL PADA PASIEN DENGAN NEUROPATI LEPROSI=THE EFFECT OF PERINEURAL INJECTION TREATMENT (PIT) IN PAIN SCALE AND FUNCTIONAL OUTCOME ON LEPROSY NEUROPATHIC PATIENTS


WAHYUNI, INSANI NANDA (2026) EFEK PEMBERIAN PERINEURAL INJECTION TREATMENT (PIT) TERHADAP SKALA NYERI DAN OUTCOME FUNGSIONAL PADA PASIEN DENGAN NEUROPATI LEPROSI=THE EFFECT OF PERINEURAL INJECTION TREATMENT (PIT) IN PAIN SCALE AND FUNCTIONAL OUTCOME ON LEPROSY NEUROPATHIC PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C215212003-NEr2stn8kujcd9Gh-20260213083455.jpg

Download (292kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C215212003-1-2.pdf

Download (530kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C215212003-dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C215212003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Kusta merupakan salah satu penyakit kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyebabkan kerusakan saraf tepi pada sebagian besar kasus, dan rasa nyeri dapat terjadi ketika ada inflamasi akut pada satu atau lebih saraf yang berkaitan dengan reaksi kusta. Setelah pengobatan yang tepat dengan obat steroid dan anti inflamasi, rasa nyeri dapat berkurang. Namun, pada beberapa pasien yang telah mendapatkan pengobatan dengan multidrug therapy (MDT) masih mengalami nyeri kronik, yang kemudian disebut dengan nyeri neuropatik. Sampai saat ini belum ada pengobatan berbasis bukti untuk penanganan nyeri neuropatik pada lepra. PIT dengan menggunakan dekstrosa merupakan bentuk tatalaksana terbaru untuk neuropati perifer. Namun, penggunaan PIT dengan D5% untuk menangani neuropati leprosi belum pernah dilaporkan sebelumnya. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian PIT terhadap skala nyeri dan outcome fungsional pada pasien dengan neuropati leprosi. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan desain single-blind randomized controlled trial yang melibatkan penderita leprosi dengan nyeri neuropatik di Kompleks Kusta Jongaya Makassar. Penelitian dilakukan pada Agustus sampai dengan September 2025. Pelaksanaan penelitian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik (skor NPS), serta pemeriksaan fungsional (skor SALSA dan BPI-SF). Selanjutnya dilakukan perlakuan berupa pemberian PIT sebanyak 1 sesi untuk kelompok intervensi dan pada kelompok kontrol diberikan amitriptilin 10 mg selama 1 minggu, kemudian dievaluasi pada hari ke-8 dari baseline. Hasil: Kedua kelompok mengalami perbaikan total skor NPS dan outcome fungsional. Namun, hanya pada kelompok PIT yang mengalami penurunan subskala mati rasa dimana nilai median subskala mati rasa sebelum intervensi adalah 90, terjadi perbaikan menjadi 40 sesaat setelah intervensi, dan tetap membaik 1 minggu setelah intervensi dengan nilai median 50 (p1=0.001, p2=0.001). Kesimpulan: PIT efektif dalam mengurangi skor nyeri neuropatik (NPS) terutama pada skor nyeri mati rasa dan kram, serta meningkatkan outcome fungsional pasien seperti skor BPI-SF dan SALSA pada pasien neuropati leprosi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: perineural injection treatment (PIT), D5%, nyeri neuropatik, neuropati leprosi, outcome fungsional
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Aug 2026 04:47
Last Modified: 24 Aug 2026 04:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57168

Actions (login required)

View Item
View Item