ASMAUN, MIFTA FARID (2026) PENGARUH LATIHAN APNEA STATIS TERHADAP PERFORMA BERSEPEDA PADA PESEPEDA AMATIR DI KOTA MAKASSAR=The Effect of Static Apnea Training on Cycling Performance in Amateur Cyclists in Makassar City. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C215202001-b0vWJHfNCqyZXtV4-20260213091824.jpg
Download (284kB)
C215202001-1-2.pdf
Download (1MB)
C215202001-dp.pdf
Download (661kB)
C215202001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2028.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Latihan apnea statis merupakan bentuk latihan hipoksia intermiten yang diketahui dapat memicu adaptasi fisiologis terhadap kekurangan oksigen, seperti peningkatan produksi eritropoietin, efisiensi penggunaan oksigen, serta kapasitas kardiovaskular. Namun, penerapannya dalam konteks olahraga ketahanan seperti bersepeda masih jarang diteliti, khususnya pada populasi pesepeda amatir. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan apnea statis terhadap peningkatan performa bersepeda pada pesepeda amatir di Kota Makassar, dengan menilai perubahan pada parameter Functional Threshold Power (FTP), Peak Power Output (PPO), dan konsumsi oksigen maksimal (VO₂max). Metode. Penelitian eksperimental ini melibatkan 30 pesepeda amatir yang dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi, masing-masing berjumlah 15 orang. Kelompok intervensi menjalani latihan apnea statis selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tetap melakukan latihan bersepeda rutin. Pengukuran FTP, PPO, dan VO₂max dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji T berpasangan, uji Wilcoxon, dan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan yang signifikan pada ketiga parameter performa (p < 0,05), dengan peningkatan median FTP sebesar 0,06 W/kg, PPO sebesar 6,00 W, dan VO₂max sebesar 0,53 ml/kg/menit. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna dan cenderung mengalami penurunan pada FTP dan VO₂max. Perbandingan perubahan antar kelompok menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) yang menandakan efek positif latihan apnea statis terhadap peningkatan performa bersepeda. Kesimpulan. Latihan apnea statis selama empat minggu terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kapasitas aerobik, daya puncak, dan kemampuan fungsional pesepeda amatir. Adaptasi ini diduga terjadi melalui mekanisme hipoksia intermiten yang meningkatkan efisiensi transport oksigen dan daya tahan aerobik. Dengan demikian, latihan apnea statis berpotensi menjadi metode latihan tambahan yang efektif dan berisiko rendah untuk meningkatkan performa olahraga ketahanan tanpa menambah beban mekanik atau volume latihan konvensional.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | apnea statis; performa bersepeda; FTP; PPO; VO₂max; hipoksia intermiten |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:11 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57164 |
