EPIDEMIOLOGI MOLEKULER GEN CARBAPENEMASE DI SELURUH KOTA PADA BIOFILM WASTAFEL DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DI MAKASSAR, INDONESIA=Citywide Molecular Epidemiology of Carbapenemase Genes in Sink Biofilms at Primary Health Care Centres (Puskesmas) in Makassar, Indonesia


HIDAYAT, LALU YAN (2026) EPIDEMIOLOGI MOLEKULER GEN CARBAPENEMASE DI SELURUH KOTA PADA BIOFILM WASTAFEL DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DI MAKASSAR, INDONESIA=Citywide Molecular Epidemiology of Carbapenemase Genes in Sink Biofilms at Primary Health Care Centres (Puskesmas) in Makassar, Indonesia. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C195222004-L5zWcDoGQNSF2x8X-20260313135610.jpg

Download (372kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C195222004-1-2.pdf

Download (574kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C195222004-dp.pdf

Download (965kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C195222004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Bakteri yang resisten terhadap carbapenemase membahayakan sistem perawatan kesehatan karena mereka tidak dapat menyerap carbapenem, antibiotik kuat yang biasanya digunakan sebagai pengobatan terakhir untuk infeksi parah. Produksi enzim carbapenemase adalah mekanisme utama resistensi ini, yang menghidrolisis carbapenem dan membuatnya tidak efektif. Karena wastafel dapat berfungsi sebagai gudang tersembunyi yang menghasilkan aerosol dalam jumlah besar, kontaminasi bakteri resisten carbapenemase dapat menyebabkan penularan ke pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada carbapenemase pada wastafel di puskesmas di seluruh wilayah Makassar. Penelitian ini menggunakan metode molekuler. Metode: Penelitian observasional cross-sectional ini menganalisis 47 sampel dari swab wastafel dari 147 puskesmas di Makassar, Indonesia. Sampel diperiksa menggunakan metode kultur dan molekuler, termasuk polymerase chain reaction Hasil: Penelitian ini melibatkan 47 (100%) puskesmas dari 47 sampel swab wastafel. Terdapat 21,3% (10/47) puskesmas yang tersebar di 7 kecamatan yang terkontaminasi carbapenemase pada wastafel dengan proporsi 60% (6/10) sampel swab di IGD, 40% (4/10) sampel swab di poli Gigi. Dari pemeriksaan PCR terhadap 10 isolat, terdeteksi bahwa gen Imipenem- resistant Pseudomonas carbapenemase (IMP) adalah jenis carbapenemase yang paling banyak ditemukan, dengan jumlah 40% (4/10) isolat positif carbapenemase), diikuti Klebsiella pneumoniae carbapenemase (KPC) dengan jumlah 40% (4/10) isolat. Kesimpulan: Identifikasi wastafel puskesmas yang terkontaminasi carbapenemase penting bagi fasilitas kesehatan untuk mewaspadai reservoir lingkungan dalam penyebaran resistensi antibiotik, memastikan langkah komprehensif untuk mengurangi risiko terkait dengan organisme yang resisten carbapenem terutama di ruangan IGD di Puskesmas. Penelitian kami mengungkapkan adanya carbapenemase di sebagian besar wastafel puskesmas di seluruh wilayah Makassar. Data ini dapat digunakan untuk mengambil langkah komprehensif untuk mencegah infeksi nosokomial dan mengendalikan penyebaran resistensi antibiotik.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: carbapenemase resistant bacteria,carbapenemase, Puskesmas sinks, polymerase chain reaction
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Mikrobiologi Klinik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:06
Last Modified: 24 Aug 2026 03:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57160

Actions (login required)

View Item
View Item