RAVITA, NADILA (2026) Perbandingan ADA(Adenosin Deaminase) Test Terhadap Analisa dan Sitologi Cairan Pleura Dalam Mendiagnosis Pleuritis Tuberkulosis=Comparasion of ADA (Adenosin Deaminase) Test With Pleural Fluid Analysis and Cytology in Diagnosing Tuberculosis Pleuritis. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C185221004-HiZDL6P7uXkbRMrz-20260305214810.png
Download (112kB)
C185221004-1-2.pdf
Download (3MB)
C185221004-dp.pdf
Download (100kB)
C185221004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 March 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Pleuritis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstraparu yang sering dijumpai di negara dengan prevalensi TB tinggi. Diagnosis pleuritis TB masih menjadi tantangan karena rendahnya sensitivitas pemeriksaan bakteriologis cairan pleura dan keterbatasan prosedur invasif. Adenosine deaminase (ADA) merupakan biomarker yang banyak digunakan untuk membantu diagnosis efusi pleura tuberkulosis. Tujuan: Menganalisis hubungan nilai ADA test dengan karakteristik analisa cairan pleura dan sitologi cairan pleura dalam mendiagnosis pleuritis tuberkulosis. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 52 pasien pleuritis tuberkulosis terkonfirmasi bakteriologis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit jejaring Universitas Hasanuddin periode Mei–Agustus 2025. Parameter yang dinilai meliputi nilai ADA, pH, LDH, protein total, glukosa, karakteristik eksudat/transudat, jumlah leukosit, dan sitologi cairan pleura. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman, Mann–Whitney, kurva ROC, Cohen’s Kappa, dan regresi logistik. Hasil: Mayoritas cairan pleura bersifat eksudatif (88,5%) dengan dominasi mononuklear (75%) dan gambaran inflamasi kronik (90,4%). Nilai ADA ≥40 U/L berhubungan signifikan dengan kadar protein, LDH, glukosa, jumlah leukosit, karakteristik eksudatif, dan sitologi (p<0,05). Analisis ROC menunjukkan AUC 0,84 terhadap sitologi dan 0,68 terhadap analisa cairan pleura, dengan cut-off optimal ≥42 U/L. Sensitivitas dan spesifisitas terhadap sitologi masing-masing 68,1% dan 100%. Uji kesesuaian menunjukkan Cohen’s Kappa 0,91 (sangat baik) terhadap sitologi dan 0,78 (baik) terhadap analisa cairan pleura. Komorbiditas berhubungan signifikan dengan nilai ADA yang lebih rendah (p=0,020). Kesimpulan: Nilai ADA cairan pleura berhubungan bermakna dengan karakteristik biokimia dan sitologi pleuritis tuberkulosis. Pemeriksaan ADA dengan cut-off ≥42 U/L memiliki akurasi diagnostik baik dan kesesuaian tinggi terhadap parameter cairan pleura, sehingga dapat digunakan sebagai biomarker pendukung dalam diagnosis pleuritis tuberkulosis dengan tetap mempertimbangkan kondisi klinis dan komorbiditas pasien.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Adenosine deaminase, pleuritis tuberkulosis, efusi pleura, sitologi, analisa cairan pleura. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:19 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57155 |
