ANALISIS HUBUNGAN KADAR HMGB-1 TERHADAP SEVERITAS DAN LUARAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN NON DIABETES MELITUS TIPE II=ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN HMGB-1 LEVELS AND THE SEVERITY AND CLINICAL OUTCOMES OF ISCHEMIC STROKE PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS AND NON–TYPE II DIABETES MELLITUS


NURCHOLIS, NURCHOLIS (2026) ANALISIS HUBUNGAN KADAR HMGB-1 TERHADAP SEVERITAS DAN LUARAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN NON DIABETES MELITUS TIPE II=ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN HMGB-1 LEVELS AND THE SEVERITY AND CLINICAL OUTCOMES OF ISCHEMIC STROKE PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS AND NON–TYPE II DIABETES MELLITUS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C155221014-fzu4BKxQ0MPNTJvs-20260310145014.jpg

Download (288kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C155221014-1-2.pdf

Download (787kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C155221014-dp.pdf

Download (532kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C155221014-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

High-mobility group box 1 (HMGB1) merupakan mediator inflamasi yang terlibat dalam patogenesis stroke iskemik dan diabetes melitus tipe 2 (T2DM); namun, nilai prognostiknya pada pasien stroke dengan diabetes masih belum jelas. Tujuan: Menilai hubungan antara kadar HMGB1 serum dengan tingkat keparahan stroke serta luaran klinis pada pasien stroke iskemik dengan dan tanpa T2DM. Metode: Penelitian potong lintang multisenter ini melibatkan pasien dewasa dengan stroke iskemik akut di Makassar, Indonesia. Kadar HMGB1 serum diukur dalam waktu 24 jam setelah masuk rumah sakit. Tingkat keparahan stroke dan luaran fungsional dievaluasi menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dan Modified Rankin Scale (mRS) pada hari ke-1 dan hari ke-30. Analisis korelasi dilakukan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil: Kadar HMGB1 serum tidak berbeda secara signifikan antara pasien dengan dan tanpa T2DM. Pada pasien dengan T2DM, kadar HMGB1 tidak berhubungan dengan skor NIHSS maupun mRS pada hari ke-1 maupun hari ke-30, serta tidak berkorelasi dengan kadar glukosa darah puasa atau HbA1c. Namun demikian, terdapat perbaikan bermakna pada skor NIHSS dan mRS setelah 30 hari. Kesimpulan: Kadar HMGB1 serum tidak berhubungan dengan tingkat keparahan stroke maupun luaran klinis jangka pendek pada pasien stroke iskemik dengan T2DM, sehingga menunjukkan keterbatasan nilai prognostiknya sebagai biomarker tunggal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: KODEPRODI11703#PPDS ILMU PENYAKIT SARAF
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:14
Last Modified: 24 Aug 2026 02:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57151

Actions (login required)

View Item
View Item