HUZAIFAH, ST. (2026) HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA DENGAN KADAR PROCALSITONIN SERUM DAN C-REACTIVE PROTEIN SERUM PADA ANAK=THE CORRELATION BETWEEN SEVERITY COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA WITH SERUM PROCALCITONIN AND C-REACTIVE PROTEIN IN PEDIATRIC. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C105211007-tdioYXcSB2Gy0Pg4-20251230143451.jpg
Download (57kB)
C105211007-1-2.pdf
Download (1MB)
C105211007-1-2.pdf
Download (1MB)
C105211007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 November 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Community Acquired Pneumoniae (CAP) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia. Penentuan biomarker inflamasi seperti C-Reactive Protein (CRP) dan Procalcitonin dapat membantu menilai tingkat keparahan penyakit dan menentukan penatalaksanaan yang tepat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar procalcitonin dan C-Reactive protein serum dengan derajat keparahan CAP pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada Juli 2025. Sebanyak 87 anak dengan CAP usia 2 bulan –59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu CAP (n=45) dan CAP berat (n=42). Pemeriksaan kadar procalcitonin dilakukan dengan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA), sedangkan kadar CRP dengan metode immunoturbidimetric assay. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney, dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil: Median kadar CRP pada CAP berat secara signifikan lebih tinggi dibandingkan CAP (21,85 [6,45–67,9] vs 2 [0,4–2,8] mg/L; p<0,0001). Demikian pula, median kadar procalcitonin lebih tinggi pada CAP berat dibandingkan CAP (0,99 [0,29–2,46] vs 0,06 [0,03–0,24] ng/L; p<0,0001). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang bermakna antara kadar CRP dan procalcitonin serum dengan derajat keparahan CAP pada anak. Kadar CRP menunjukkan korelasi yang lebih kuat dibandingkan procalcitonin dalam menilai keparahan penyakit. Kombinasi keduanya dapat menjadi indikator laboratorium yang berguna dalam evaluasi klinis dan stratifikasi risiko pasien CAP anak.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Community Acquired Pneumonia, Procalcitonin, C-Reactive protein, Derajat Keparahan, Anak |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:01 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57119 |
