QURRATU'AIN, ANDI NADHIFAH (2026) Uji Efektivitas Ekstrak Camellia sinensis Terhadap Tingkat Stres Seluler Drosophila melanogaster Model Alcohol Use Disorder=Evaluation of the Effectiveness of Camellia sinensis Extract on Cellular Stress Levels in Drosophila melanogaster Alcohol Use Disorder Model. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221033-jAlnF2xqPKoWmRGY-20260302123518.png
Download (64kB)
N011221033-1-2.pdf
Download (332kB)
N011221033-dp.pdf
Download (181kB)
N011221033-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Alcohol use disorder (AUD) merupakan gangguan akibat konsumsi alkohol kronis yang dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS) sehingga memicu stres oksidatif dan gangguan homeostasis seluler. Kondisi ini mengaktivasi heat shock proteins (HSPs), yang dapat diukur salah satunya melalui ekspresi gen hsp22, sebagai respon protektif sel terhadap stres. Camellia sinensis (the hijau) mengandung katekin yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi menurunkan stres oksidatif, namun pengaruhnya terhadap regulasi hsp22 pada kondisi AUD masih belum banyak dilaporkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak C. sinensis terhadap ekspresi gen hsp22 pada Drosophila melanogaster model AUD. Metode. Penelitian ini menggunakan D. melanogaster strain w1118. Model AUD diinduksi melalui paparan etanol menggunakan metode Capillary Feeder Assay (CAFÉ). Lalat uji kemudian diberi ekstrak C. sinensis dengan konsentrasi 0,3125%, 0,625%, dan 1,25%. Parameter yang diamati meliputi tingkat survival dan ekspresi gen hsp22 menggunakan qRT-PCR dengan gen rp49 sebagai kontrol internal. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil. Ekstrak C. sinensis konsentrasi 0,3125% dan 0,625% meningkatkan survival dibandingkan kelompok AUD, sedangkan konsentrasi 1,25% menurunkan survival. Paparan alkohol meningkatkan ekspresi hsp22 secara signifikan dibandingkan kontrol. Pemberian ekstrak C. sinensis konsentrasi 0,3125% menurunkan ekspresi hsp22, sementara pada 0,625% tidak berbeda signifikan, yang diduga berkaitan dengan respon hormesis akibat auto-oksidasi katekin. Kesimpulan. Ekstrak C. sinensis memodulasi ekspresi hsp22 secara bergantung konsentrasi pada model AUD.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alcohol Use Disorder, Camellia sinensis, hsp22, Stres seluler |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 06:55 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 06:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57110 |
