Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Tikus Wistar (Rattus Novergicus) Ditinjau Dari Aspek Animal Welfare: Bebas Dari Rasa Tidak Nyaman=Management Evaluation Maintenance of Wistar Rats (Rattus Novergicus) Reviewed From the Aspect of Animal Welfare: Free From Discomfort


SETIAWAN, DIMAS ARDY (2026) Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Tikus Wistar (Rattus Novergicus) Ditinjau Dari Aspek Animal Welfare: Bebas Dari Rasa Tidak Nyaman=Management Evaluation Maintenance of Wistar Rats (Rattus Novergicus) Reviewed From the Aspect of Animal Welfare: Free From Discomfort. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221093-vyRbcie02ZldQBK1-20260310135905.jpg

Download (362kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221093-1-2.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221093-dp.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of FUL TEKS] Text (FUL TEKS)
C031221093-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kondisi pemeliharaan yang buruk dapat menyebabkan stres pada tikus Wistar sehingga mempengaruhi sistem ekskresi, konsumsi pakan, dan pertumbuhan. Tujuan. Mengetahui pengaruh penerapan Animal Welfare terhadap sistem ekskresi, konsumsi pakan, dan berat badan tikus Wistar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh. Metode. Penelitian menggunakan 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 8 kelompok dengan perlakuan berbeda pada kandang, lingkungan, dan nutrisi selama 3 minggu. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil. Kelompok dengan kondisi terbaik (K3) yaitu 2 ekor per kandang, alas sekam steril, suhu 22-24°C, kelembaban 40-60%, pencahayaan 12 jam terang dan 12 jam gelap, serta diberi pakan 2 kali sehari, menghasilkan ekskresi paling rendah dan stabil (10,66-15,51 gram), konsumsi pakan optimal (18,52-19,05 gram per ekor), dan pertambahan berat badan tertinggi (56,1 gram atau naik 23,4%). Sebaliknya, kelompok dengan kondisi buruk menunjukkan hasil yang kurang baik. K8 (4 ekor per kandang) memiliki ekskresi tertinggi (35,81 gram), K2 (diberi pakan hanya 1 kali sehari) memiliki konsumsi pakan terendah (12,88 gram per ekor), dan K7 mengalami pertambahan berat badan terendah (21,8 gram atau naik hanya 9,5%). Kepadatan kandang merupakan faktor paling penting yang mempengaruhi kesehatan tikus, diikuti oleh kondisi lingkungan, frekuensi pemberian pakan, dan kualitas alas kandang. Kelompok K3 mempertahankan perbandingan ekskresi terhadap konsumsi pakan terendah (27,98-45,51%), yang menunjukkan efisiensi metabolisme tubuh yang baik. Kesimpulan. Penerapan animal welfare sangat berpengaruh terhadap sistem ekskresi, konsumsi pakan, dan berat badan tikus Wistar. Kepadatan kandang adalah faktor paling krusial dalam menghasilkan kondisi fisiologis yang stabil dan hasil penelitian yang dapat diprediksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: animal welfare; consumtion rate; ekskresi; manajemen pemeliharaan
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 Aug 2026 05:50
Last Modified: 21 Aug 2026 05:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57099

Actions (login required)

View Item
View Item