PRABOWO, SALSABILA ARUNDATI PUTRI (2026) Identifikasi Jenis Cacing Saluran Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin=Identification of Gastrointestinal Helminth Species In Goats (Capra sp.) at the Goat Farm, Faculty of Animal Science, Hasanuddin University. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221092-jBE9i0zOMFoITgYZ-20260314202932.jpeg
Download (452kB)
C031221092-1-2.pdf
Download (1MB)
C031221092-dp.pdf
Download (250kB)
C031221092-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2028.
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Infeksi cacing saluran gastrointestinal merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama pada kambing yang dapat menurunkan produktivitas dan kesejahteraan ternak, khususnya di wilayah tropis. Meskipun sistem pemeliharaan intensif telah diterapkan, infeksi parasit masih sering ditemukan akibat pengaruh lingkungan, sanitasi kandang, serta manajemen pakan dan kesehatan ternak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacing (helminth) yang ditemukan dalam feses kambing di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, guna mengetahui keragaman dan distribusi cacing saluran gastrointestinal yang menginfeksi kambing berdasarkan karakteristik morfologi telur. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa feses segar diambil menggunakan metode total sampling dari 38 ekor kambing yang terdiri atas kambing Saanen, Peranakan Etawa (PE), dan Kacang. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode natif, sedimentasi, dan apung, kemudian identifikasi telur cacing dilakukan secara mikroskopis pada perbesaran 100x-400x dan berdasarkan karakteristik morfologi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel kambing (100%) terinfeksi cacing saluran gastrointestinal. Jenis cacing yang teridentifikasi meliputi Strongyloides sp. (63,1%), Trichostrongylus sp. (42,1%), Ostertagia sp. (39,5%), Haemonchus sp. (23,7%), Trichuris sp. (13,2%), dan Cooperia sp. (2,6%). Koinfeksi ditemukan pada 44,7% kambing dengan kombinasi dua hingga empat jenis cacing. Kesimpulan. Prevalensi infeksi cacing saluran gastrointestinal pada kambing di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan didominasi oleh nematoda, sehingga diperlukan upaya pengendalian parasit yang terarah dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | koinfeksi; identifikasi telur, cacing saluran cerna; kambing; manajemen pemeliharaan |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 05:50 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 05:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57098 |
