JAFAR, ZAKY AQILAH (2026) Identifikasi Kelayakan Investasi Pendidikan Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin Berdasarkan NPV, BCR, Payback period=Identification of the Feasibility of Veterinary Medicine Education Investment at Hasanuddin University Based on NPV, BCR, and Payback period (s. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221078-4S26F9Acwqfmxaro-20260316114820.jpg
Download (400kB)
C031221078-1-2.pdf
Download (2MB)
C031221078-dp.pdf
Download (151kB)
C031221078-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Pendidikan Kedokteran Hewan dapat dipandang sebagai investasi individu karena memerlukan biaya besar pada tahap awal dan diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi setelah lulus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelayakan investasi pendidikan Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin berdasarkan Net Present Value, Benefit Cost Ratio, dan Payback period, serta membandingkan hasilnya menurut jalur masuk dan sektor pekerjaan. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 di Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan jumlah responden 39 orang yang berasal dari angkatan 2022 sampai 2025 serta PPDH. Data biaya investasi pendidikan diperoleh melalui kuesioner dan dikelompokkan berdasarkan angkatan serta jalur masuk SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Manfaat diproyeksikan dari benefit tahunan pada enam sektor pekerjaan yaitu praktisi, PNS daerah, PNS Pusat, dosen, industri perunggasan, dan industri obat. Analisis kelayakan dilakukan menggunakan tingkat diskonto 10% pada horizon 5 tahun dan 10 tahun. Hasil menunjukkan bahwa pada horizon 5 tahun, sektor praktisi belum layak pada seluruh jalur karena NPV bernilai negatif dan BCR kurang dari 1, sedangkan sektor PNS pusat menunjukkan kelayakan paling kuat dengan nilai NPV dan BCR tertinggi serta payback period tercepat. Sektor industri obat dan industri perunggasan cenderung layak pada jalur SNMPTN dan SBMPTN, namun lebih lemah pada jalur Mandiri. Pada horizon 10 tahun, kelayakan investasi meningkat pada sebagian besar sektor karena akumulasi manfaat lebih panjang, tetapi pada jalur Mandiri masih terdapat kombinasi yang belum layak terutama pada sektor praktisi serta pada beberapa kondisi sektor PNS dan dosen. Secara umum, jalur Mandiri yang memiliki biaya lebih tinggi cenderung menurunkan NPV dan BCR serta memperpanjang payback period dibanding jalur SNMPTN dan SBMPTN.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | investasi pendidikan; kelayakan ekonomi; NPV; BCR; payback period; kedokteran hewan |
| Subjects: | H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 06:49 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57088 |
