ANALISIS IMPLEMENTASI VETERINER FORENSIK DALAM KASUS KEKERASAN TERHADAP HEWAN DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN HEWAN DI KOTA MAKASSAR=ANALYSIS OF VETERINARY FORENSIC IMPLEMENTATION IN ANIMAL CRUELTY CASES AND PUBLIC PERSPECTIVES ON ANIMAL WELFARE IN MAKASSAR CITY


RAMADHAN, SALSABILA AULIA (2026) ANALISIS IMPLEMENTASI VETERINER FORENSIK DALAM KASUS KEKERASAN TERHADAP HEWAN DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN HEWAN DI KOTA MAKASSAR=ANALYSIS OF VETERINARY FORENSIC IMPLEMENTATION IN ANIMAL CRUELTY CASES AND PUBLIC PERSPECTIVES ON ANIMAL WELFARE IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221056-QoHwDl3ZOTRSsXaq-20260304022258.jpg

Download (312kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221056-1-2.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221056-dp.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221056-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 January 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penelitian ini menganalisis implementasi veteriner forensik dalam kasus kekerasan terhadap hewan serta perspektif masyarakat terhadap kesejahteraan hewan di Kota Makassar, penelitian didasarkan pada tingginya kasus kekerasan terhadap anjing dan kucing di Makassar, yang sering kali tidak tertangani secara hukum karena rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan implementasi forensik veteriner.Tujuan: untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kesejahteraan hewan, penerapan veteriner forensik sebagai alat penegakan hukum, serta solusi implementasi untuk mewujudkan kesejahteraan hewan. Metode: Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory, dengan tahap kuantitatif berupa survei cross-sectional terhadap 400 responden masyarakat Makassar (purposive sampling) menggunakan kuesioner Skala Likert dan Guttman, serta tahap kualitatif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur informan kunci (dokter hewan forensik, dokter hewan ahli patologi, ahli kesejahteraan hewan, dan akademisi). Data kuantitatif dianalisis deskriptif dengan SPSS, sementara data kualitatif menggunakan analisis tematik Braun & Clarke. Hasil: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 79,9% responden memiliki pengetahuan buruk tentang kesejahteraan hewan, dengan dominasi responden perempuan (56,1%), mahasiswa (57,4%), dan usia 17-20 tahun (66,3%). Implementasi veteriner forensik masih terhambat oleh rendahnya pelaporan masyarakat dan kurangnya koordinasi antarlembaga, meskipun pengetahuan penyidik polisi relatif baik. Solusi diusulkan berupa edukasi masyarakat, pelatihan penyidik, dan integrasi mekanisme pelaporan daring melalui website dengan fitur formulir, panduan edukasi, modul pelatihan, galeri bukti, dan statistik tahunan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perlindungan hewan di Indonesia, dengan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kesadaran dan penegakan hukum berbasis bukti forensik di Makassar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: KODEPRODI54261#PENDIDIKAN DOKTER HEWAN
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 05:40
Last Modified: 20 Aug 2026 05:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57070

Actions (login required)

View Item
View Item