MASITA, MASITA (2026) Inventarisasi Gangguan Kesehatan pada Kucing di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin Tahun 2022–2024=Inventory of Health Disorders in Cats at the Veterinary Teaching Hospital, Hasanuddin University 2022–2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221044-gTLAZmzQ2bBqw5EK-20260310155523.jpg
Download (51kB)
C031221044-1-2.pdf
Download (91kB)
C031221044-dp.pdf
Download (82kB)
C031221044-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia menunjukkan peningkatan tren yang signifikan, sebanyak 56,5% responden dari Indonesia memelihara kucing sebagai hewan peliharaan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan hewan yang semakin meningkat. Penyelenggaraan kesehatan di pelayanan kesehatan hewan tidak lepas dari peran serta rekam medis untuk menyimpan data pasien. Salah satu layanan kesehatan hewan yang aktif melayani di Kota Makassar adalah Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin. Namun Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin masih melakukan Pencatatan rekam medik secara manual pada spesies kucing. Sementara, inventarisasi gangguan kesehatan pada kucing memiliki peran strategis sebagai sumber data epidemiologis awal yang penting untuk memahami pola penyakit yang berkembang Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi gangguan kesehatan pada kucing di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang diperoleh dari rekam medik selama tahun 2022- 2024 di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara deskriptif. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2.421 ekor kucing di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin selama 2022–2024 dengan total 4.883 kasus gangguan kesehatan. Gangguan paling umum meliputi sistem pencernaan (31,12%), kulit (17,65%), dan pernapasan (14,06%). Kucing jantan menunjukkan jumlah kasus tertinggi dibandingkan betina dan yang tidak teridentifikasi jenis kelaminnya. Kesimpulan. Sistem pencernaan, kulit, dan pernapasan merupakan bagian tubuh yang paling sering mengalami gangguan pada kucing, dengan kucing jantan sebagai kelompok paling rentan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Klinis, kucing, rekam medik. |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 03:06 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 03:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57058 |
