MELDAYANA, NASHA (2026) Pola Sebaran Edelweis (Anaphalis javanica) di Jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng = Distribution Pattern of Edelweiss (Anaphalis javanica) along the Mount Bawakaraeng Hiking Trail. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011201142-1LMpGywRvQ8P9e2c-20260422102616.jpg
Download (297kB)
M011201142-1-2.pdf
Download (830kB)
M011201142-dp.pdf
Download (478kB)
M011201142-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Edelweis memiliki kontribusi penting dalam proses ekologi, namun rawan akan kepunahan. Di Sulawesi Selatan, edelweis dapat ditemukan di Gunung Bawakaraeng, yang merupakan wisata pendakian. Salah satu cara pelestarian edelweis adalah dengan mengembangkan ilmu pengetahuan yang memuat informasi mengenai tanaman tersebut. Pola sebaran tanaman edelweis merupakan salah satu hal yang dapat menginformasikan bentuk adaptasinya terhadap lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran edelweis yang terjadi di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng dan diharapkan dapat menjadi data dasar untuk membantu pihak pengelola. Metode. Penelitian ini menggunakan metode plot sampling berbentuk persegi berukuran 5 m x 5 m dengan jarak antar plot 10 meter atau menyesuaikan kondisi lokasi. Penentuan plot sampel mengunakan sampling sistematis (Systematics sampling) dengan stratifikasi, atau memilih plot berdasarkan kriteria populasi tertinggi yang terdeteksi pada survei pendahuluan. Adapun lokasi pengambilan sampel ditetapkan pada 3 titik stasiun. Analisis data dilakukan dengan menghitung kerapatan dan Indeks Morisita untuk menentukan pola sebarannya. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan tiap stasiun berturut-turut sebesar 798 ind/ha, 358 ind/ha dan 392 ind/ha. Indeks Morisita yang diperoleh pada 3 stasiun sampel, yaitu 0,01 pada stasiun 1 dan 3, serta 0,00 pada stasiun 2. Berdasarkan indeks Morisita standar, menunjukkan pola sebaran adalah mengelompok pada stasiun 1 dan 3, serta acak pada stasiun 2. Kesimpulan. Pola sebaran mengelompok pada stasiun 1 dan 3 menunjukkan lokasi tersebut ideal dalam tumbuh kembang edelweis. Sedangkan pada stasiun 2 dengan pola sebaran acak menunjukkan edelweis tidak tumbuh optimal pada lokasi tersebut. Adapun yang dapat mempengaruhi pola sebaran tersebut, yaitu faktor biotik dan abiotik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | edelweis, keanekaragaman hayati, pola sebaran, pendakian, konservasi |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 05:49 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 05:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57011 |
