PERBANDINGAN LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI JENIS PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN METODE HORTON DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH = COMPARISON OF INFILTRATION RATES ACROSS DIFFERENT LAND USE TYPES USING THE HORTON METHOD IN CENTRAL MAMUJU REGENCY DISTRICT


JAMIL, ERIC ESTRADA MOHD (2026) PERBANDINGAN LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI JENIS PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN METODE HORTON DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH = COMPARISON OF INFILTRATION RATES ACROSS DIFFERENT LAND USE TYPES USING THE HORTON METHOD IN CENTRAL MAMUJU REGENCY DISTRICT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
M012221002-nIdP0lFZehas4KJk-20260420141322.jpg

Download (581kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M012221002-1-2.pdf

Download (935kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M012221002-dp.pdf

Download (338kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M012221002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 March 2028.

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Perubahan penggunaan lahan berdampak signifikan terhadap kapasitas infiltrasi tanah, yang berperan penting dalam konservasi air dan pengendalian erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan laju infiltrasi pada berbagai jenis penggunaan lahan di Kabupaten Mamuju Tengah dengan menggunakan Metode Horton. Penelitian dilakukan pada delapan jenis penggunaan lahan: hutan alam, tegakan kelapa sawit (umur 5, 10, dan 15 tahun), tegakan jabon (umur 5 dan 10 tahun), serta dua pola agroforestry (jati–buah naga dan mahoni–kakao). Data yang dikumpulkan mencakup sifat fisik tanah, yaitu: tekstur, struktur, porositas, permeabilitas, bahan organik, dan kelembapan. Laju infiltrasi dianalisis menggunakan Model Horton dan diuji statistik dengan uji T. Hutan alam menunjukkan laju infiltrasi tertinggi (19,29 mm/jam), sedangkan lahan kelapa sawit umur 15 tahun terendah (1,38 mm/jam). Infiltrasi meningkat seiring umur vegetasi pada tegakan jabon, dari 3,45 menjadi 8,17 mm/jam. Sistem agroforestry mahoni–kakao memiliki laju infiltrasi lebih tinggi (6,44 mm/jam) dibanding Jati–Buah Naga (4,31 mm/jam). Kandungan bahan organik dan porositas tinggi berkorelasi dengan laju infiltrasi yang lebih baik. Jenis penggunaan lahan, umur vegetasi, dan sifat fisik tanah memengaruhi laju infiltrasi. Hutan alami dan sistem agroforestry berpotensi mempertahankan kapasitas infiltrasi tanah dan mendukung konservasi sumber daya air.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Penggunaan Lahan; Laju Infiltrasi; Sifat Tanah; Metode Horton; Uji -T
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Aug 2026 00:30
Last Modified: 19 Aug 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56982

Actions (login required)

View Item
View Item