SUHARDI, HUWAIDAH AINIYYAH (2026) Strategi Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bulu Tanete dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros = Institutional Strategy of the Forest Farmer Group (KTH) Bulu Tanete in Social Forestry Management in Labuaja Village, Cenrana District, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221208-OUTu9v0fbjVs3wPL-20260416151841.jpeg
Download (176kB)
M011221208-1-2.pdf
Download (285kB)
M011221208-dp.pdf
Download (188kB)
M011221208-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Perhutanan Sosial merupakan kebijakan pemerintah yang memberikan akses pengelolaan hutan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian hutan. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai penggerak utama di masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya kelompok sering menghadapi berbagai kendala baik dari faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi efektivitas pengelolaan perhutanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas KTH Bulu Tanete serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan dalam pengelolaan perhutanan sosial. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dan memperoleh 15 responden anggota KTH Bulu Tanete. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert untuk menilai kondisi kelembagaan serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi penguatan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kelembagaan KTH Bulu Tanete cukup kuat namun belum berjalan secara optimal. Kekuatan kelompok terletak pada legalitas kelembagaan, struktur organisasi yang telah terbentuk, serta tingkat partisipasi anggota yang tinggi. Adapun kelemahan yang masih dihadapi meliputi perencanaan program kerja yang belum sistematis, administrasi kelembagaan yang belum tertata dengan baik, serta belum berfungsinya Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi KTH Bulu Tanete menekankan pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi penguatan kelembagaan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola dan administrasi kelompok, serta pengembangan dan pengaktifan KUPS sebagai unit usaha untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan perhutanan sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perhutanan Sosial, Kondisi Kelembagaan KTH, Strategi Penguatan, Kemitraan Konservasi, KTH Bulu Tanete. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:51 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56981 |
