SURYADI, FARADHILLAH A. (2026) PERBANDINGAN FEMTOSECOND LASER ASSISTED STROMAL IN SITU KERATOMILEUSIS (FS-LASIK) DAN SMALL INCISION LENTICULE EXTRACTION (SMILE) DALAM KOREKSI ASTIGMATISME KORNEA = COMPARISON OF FEMTOSECOND LASER-ASSISTED STROMAL IN SITU KERATOMILEUSIS (FS-LASIK) AND SMALL INCISION LENTICULE EXTRACTION (SMILE) FOR THE CORNEAL ASTIGMATISM CORRECTION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C025221007-aHGydK7JEBmSzAvw-20260227095047.jpg
Download (329kB)
C025221007-1-2.pdf
Download (996kB)
C025221007-dp.pdf
Download (219kB)
C025221007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Astigmatisme kornea merupakan komponen utama kelainan refraksi yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas penglihatan pascabedah refraktif. Upaya meminimalkan astigmatisme residual menjadi indikator utama keberhasilan prosedur modern. Teknik femtosecond laser-assisted stromal in situ keratomileusis (FS-LASIK) dan small incision lenticule extraction (SMILE) telah digunakan luas, namun evaluasi terhadap luaran klinis kedua teknik dalam koreksi astigmatisme kornea tetap memiliki implikasi klinis penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi prosedur FS-LASIK dan SMILE dalam koreksi astigmatisme kornea. Metode: Studi observasional analitik dengan desain kohort kombinasi prospektif-retrospektif ini melibatkan 67 mata (34 FS-LASIK dan 33 SMILE). Seluruh prosedur dilakukan menggunakan sistem femtosecond laser VisuMax® 800 dan excimer laser MEL® 90 (Carl Zeiss Meditec Refractive Laser Systems). Evaluasi dilakukan pada praoperasi serta pascaoperasi hari ke-1 (P1), hari ke-7 (P2), dan hari ke-30 (P3). Parameter yang dinilai meliputi astigmat residual, analisis vektor astigmat, tajam penglihatan tanpa koreksi (UDVA), stabilitas refraksi, dan indeks efikasi. Hasil: Karakteristik paroperasi pada kedua kelompok menunjukkan profil yang serupa. Secara klinis, SMILE menunjukkan pemulihan visual fase awal yang lebih cepat secara signifikan dibanding FS-LASIK dengan UDVA 20/20 pada P1 (97,0% vs 76,5%; p=0,013). Analisis vektor menunjukkan FS-LASIK memiliki presisi koreksi astigmat yang lebih tinggi dengan Correction Index (CI) 0.86 berbanding 0.65 pada SMILE. Kelompok SMILE menunjukkan stabilitas Spherical Equivalent (SE) dan Efficacy Index (EI) yang lebih konsisten sejak awal pascaoperasi, serta profil astigmatisme residual lebih homogen. Kesimpulan: FS-LASIK dan SMILE terbukti memberikan luaran klinis yang memadai dalam koreksi astigmatisme kornea. FS-LASIK menunjukkan keunggulan akurasi vektor astigmatisme, sementara SMILE memberikan pemulihan visual awal yang lebih cepat dan stabilitas refraksi yang lebih konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan teknik bedah yang lebih terpersonalisasi untuk mengoptimalkan kualitas penglihatan pascaoperasi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Astigmatisme Kornea, Astigmat Residual, FS-LASIK, SMILE, Laser Vision Correction, Analisis Vektor Alpins, MEL 90, VisuMax 800. |
| Subjects: | R Medicine > RE Ophthalmology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 05:31 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 05:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56963 |
