Persepsi Pasien Terhadap Komunikasi Efektif Apoteker Dalam Pelayanan Informasi Obat Di Puskesmas Tamalanrea Jaya = Patient Perceptions of Effective Pharmacist Communication in Drug Information Services at Puskesmas Tamalanrea Jaya


NADILA, RA. MESHYTA (2026) Persepsi Pasien Terhadap Komunikasi Efektif Apoteker Dalam Pelayanan Informasi Obat Di Puskesmas Tamalanrea Jaya = Patient Perceptions of Effective Pharmacist Communication in Drug Information Services at Puskesmas Tamalanrea Jaya. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
N011221023-0tJlBSbW1yL34ERm-20260304120640.jpg

Download (80kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011221023-1-2.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011221023-dp.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
N011221023-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, antara lain sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Walaupun potensi terapinya cukup besar, perlu diteliti lebih lanjut terkait aspek keamanan penggunaan ekstrak buah kecombrang, khususnya jika dikonsumsi secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek toksisitas subkronik ekstrak buah kecombrang terhadap profil kolesterol darah, yaitu kadar kolesterol total dan trigliserida pada tikus putih. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na RA. Meshyta Nadila. Persepsi Pasien Terhadap Komunikasi Efektif Apoteker Dalam Pelayanan Informasi Obat Di Puskesmas Tamalanrea Jaya (dibimbing oleh Anshar Saud). Latar Belakang. Komunikasi efektif apoteker merupakan komponen penting dalam pelayanan informasi obat untuk mencegah kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, khususnya di Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan deskriptif analitik cross-sectional. Data dikumpulkan secara langsung dari 100 pasien rawat jalan menggunakan kuesioner tervalidasi melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, bivariat (Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis), serta multivariat menggunakan regresi logistik. biner. Hasil. Sebagian besar pasien memiliki persepsi baik hingga sangat baik terhadap komunikasi apoteker. Analisis bivariat menunjukkan seluruh karakteristik sosiodemografi berhubungan signifikan dengan persepsi pasien (p<0,05). Namun, analisis multivariat menunjukkan hanya pendidikan (p=0,031; OR=3,016) dan pekerjaan (p=0,024) yang berpengaruh signifikan, dengan kelompok ASN/TNI/POLRI memiliki peluang persepsi positif tertinggi. (OR=14,944). Kesimpulan. Persepsi pasien terhadap komunikasi efektif apoteker di Puskesmas Tamalanrea Jaya tergolong baik, dengan pendidikan dan pekerjaan sebagai faktor dominan. Peningkatan keterampilan komunikasi dan perbaikan lingkungan pelayanan tetap diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata kunci: Persepsi Pasien, Komunikasi Efektif, Apoteker, Pelayanan Informasi Obat, Puskesmas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Persepsi Pasien, Komunikasi Efektif, Apoteker, Pelayanan Informasi Obat, Puskesmas
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 13 Aug 2026 02:23
Last Modified: 13 Aug 2026 02:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56925

Actions (login required)

View Item
View Item