Peran Faktor Sosial: Social Exclusion, Subjective Social Status, dan Dukungan Sosial terhadap Intensi Melanjutkan Sekolah=The Role of Social Factors: Social Exclusion, Subjective Social Status, and Social Support on the Intention to Continue Schooling


BASMAN, DESTHALIA AZHILAH PUTRI (2026) Peran Faktor Sosial: Social Exclusion, Subjective Social Status, dan Dukungan Sosial terhadap Intensi Melanjutkan Sekolah=The Role of Social Factors: Social Exclusion, Subjective Social Status, and Social Support on the Intention to Continue Schooling. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C021221098-w8je4kpd70VamXDF-20260311145011.png

Download (125kB)
[thumbnail of BABA 1-2] Text (BABA 1-2)
C021221098-1-2.pdf

Download (377kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C021221098-dp.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C021221098-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Fenomena tidak melanjutkan sekolah masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Selain faktor ekonomi, dinamika sosial seperti social exclusion, subjective social status, dan dukungan sosial diduga berperan dalam membentuk intensi individu untuk melanjutkan sekolah. Berdasarkan model psychological shift, tekanan sosial dapat memengaruhi orientasi berpikir individu terhadap masa depan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara faktor sosial, seperti social exclusion, subjective social status, dan dukungan sosial berperan dalam memengaruhi intensi individu untuk melanjutkan sekolah. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cross-sectional design. Sebanyak 401 partisipan terlibat melalui pengisian kuesioner yang dibagikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi dengan moderasi yang dilakukan secara bertahap (hierarkis) dan one-way ANOVA sebagai uji analisis tambahan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kontribusi yang negatif dan signifikan antara social exclusion terhadap intensi melanjutkan sekolah. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara subjective social status terhadap intensi melanjutkan sekolah. Adapun dukungan sosial berperan dalam memoderasi hubungan antara subjective social status dalam konteks keluarga, namun tidak berperan dalam memoderasi hubungan antara social exclusion terhadap intensi melanjutkan sekolah. Lebih lanjut, hasil uji analisis tambahan menunjukkan adanya perbedaan intensi berdasarkan jenis kelamin. Kesimpulan. Intensi melanjutkan sekolah bukan hasil dari satu faktor tunggal, tetapi terbentuk melalui interaksi antara pengalaman sosial yang dialami secara langsung proses internal psikolohis, serta konteks perkembangan remaja. Hasil penelitian ini memperkuat kerangka psychological shift dengan menegaskan bahwa pengalaman subjective social status dan rasa aman secara emosional lebih menentukan orientasi jangka panjang dibandingkan status sosial yang bersifat statis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Psychological Shift; Socioecological Cues; Remaja; Orientasi Pendidikan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Psikologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 13 Aug 2026 02:04
Last Modified: 13 Aug 2026 02:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56917

Actions (login required)

View Item
View Item